Jakarta, hariandialog.co.id.-MANTAN Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil,
menyatakan akan kooperatif dalam penyidikan dugaan korupsi dana iklan
di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) yang
diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ridwan mengatakan siap
memberikan sejumlah keterangan kepada KPK dalam kasus ini.”Saya siap
dan mendukung KPK memberikan informasi seluas-luasnya terkait dengan
apa yang menjadi perkara di Bank BJB,” kata Ridwan Kamil saat tiba di
gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa, 2 Desember 2025.
Ridwan Kamil mengatakan bahwa ia sudah menunggu panggilan
pemeriksaan oleh KPK. Dia ingin memberikan klarifikasi ihwal dugaan
korupsi dana iklan di Bank Bank BJB yang menyeret namanya. “Tanpa
klarifikasi kan persepsinya liar lah kira-kira begitu dan dapat
merugikan,” ucapnya.
Dalam kasus ini, para penyidik KPK menduga bahwa Ridwan Kamil
menerima aliran dana korupsi Bank BJB yang salah satunya untuk membeli
mobil Mercedes-Benz milik mantan Presiden BJ Habibie. “Dimintai
keterangan terkait dengan aset-aset, baik yang sudah disita oleh KPK,
atau pun pengetahuan-pengetahuan lainnya,” ucap Juru bicara KPK, Budi
Prasetyo, pada 7 September 2025.
Selain itu, KPK akan meminta konfirmasi kepada Ridwan Kamil
ihwal aliran dana kepada Corporate Secretary Bank BJB. “Dalam
pengelolaan dana non-budgeter tersebut, penyidik menduga mengalir ke
beberapa pihak, nah itu semuanya ditelusuri,” kata dia.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah
Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025 lalu. Tim penyidik menyita sejumlah
dokumen, barang elektronik, hingga satu jenis motor bermerek Royal
Enfield dari rumah mantan Gubernur Jawa Barat itu.
Dalam kasus korupsi Bank BJB ini, KPK telah menetapkan lima
tersangka. Mereka diduga merugikan bank pembangunan daerah Jawa Barat
dan Banten itu sebesar Rp 222 miliar.
Kelima tersangka itu adalah eks Direktur Utama Bank BJB,
Yuddy Renaldi; pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Widi
Hartoto; pengendali agensi Arteja Muliatama dan Cakrawala Kreasi, Ikin
Asikin Dulmanan; pengendali agensi Wahana Semesta Bandung Ekspress dan
BSC Advertising, Suhendrik; serta pengendali agensi Cipta Karya
Mandiri Bersama dan Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma,
tulis tempo. (han-01)
