Humbahas, hariandialog.co.id.– Suara kicauan burung yang begitu merdu memecah keheningan sunyinya jalan di tengah hutan, diramaikan suara monyet dari kejauhan, menandakan bahwa perjalanan memang benar-benar menembus wilayah alam liar yang belum banyak tersentuh.
Setiap suara menjadi irama perjalanan, mengiringi langkah kaki yang menanjak dan menurun di antara jalan tanah yang licin dan bebatuan. Ditengah hutan itu, ada satu unit rumah sebagai tempat istirahat dengan sebutan “Warung Kejujuran” milik Tinambunan.
Dalam rangka memeperingati hari ulang tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Humbahas, Bupati Dr Oloan P Nababan SH MH, Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora, Ketua TP PKK Ny Erma Oloan P Nababan, anggota DPRD Humbahas Gerhana Tumanggor dan Jamonang Nababan, Sekda Chiristison Rudianto Marbun, Praeses HKBP Distrik III Humbang Pdt Robinsarhot Lumban Gaol MM bersama rombongan lainnya mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Dusun Bungus itu selama 2 hari yaitu Sabtu-Minggu 19-20 Juli 2025. Melayani tanpa batas demi masyarakat, semua rombongan bermalam di dusun tersebut.
Dalam kunjungan itu, dilaksanakan bakti sosial termasuk pemeriksaan kesehatan gratis. Sabtu 19 Juli 2025 malam diadakan ibadah dipimpin Pdt Robinsarhot Lumban Gaol MM, ramah tamah, hiburan dan penampilan lainnya. Artis Batak Dompak Sinaga ikut hadir dalam rombongan, suasana di malam itupun bagaikan pesta rakyat, semua terhibur.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya menyapa langsung masyarakat pedesaan serta meninjau kondisi infrastruktur dan potensi wilayah terpencil. Meskipun penuh tantangan, semangat untuk menjangkau di daerah pelosok tak surut. Tiba di lokasi, rombongan berdialog langsung dengan warga setempat, mendengarkan aspirasi terkait kebutuhan dasar, seperti akses jalan, pendidikan dan layanan kesehatan termasuk lampu penerangan. Dalam dialog itu, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di wilayah terpencil secara bertahap. Kunjungan juga sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta menegaskan bahwa perhatian terhadap desa-desa terpencil menjadi prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kehadiran pemerintah di Dusun Bungus demi memastikan bahwa setiap sudut daerah, sekecil apa pun itu, tetap menjadi perhatian guna terus mendorong percepatan pembangunan yang akan dilakukan hingga ke pelosok. (S.Tarida lbn Gaol).
