Kadisdik(KBB) mengimbau Para Siswa Bawa Makanan Sendiri ke Sekolah

Asep Dendih ,Spd,.MM. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung (KBB)
BANDUNG BARAT, hariandialog.co.id. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih meminta pihak sekolah agar mengimbau para siswanya untuk membawa bekal makanan dari rumah. Kasus keracunan yang terjadi menimpa puluhan siswa di SDN 3 Jati Saguling, Desa/Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat kini tengah mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak.
“Kita sudah lakukan upaya penanggulangan bersama Camat Saguling dan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, upaya memberikan pertolongan dengan memberikan perawatan para korban di Puskesmas dan rumah sakit,” ujar Kadisdik KBB ‘Asep Dendih ,Spd,.MM.pada saat Penijauan kelokasi siswa yg keracunan Kamis (28-9-23) kemarin
Ia menjelaskan, untuk penanggulangan preventif berikutnya dirinya mengimbau kepada seluruh sekolah agar para siswa kalo bisa membawa bekal dari rumah.
Selain itu, baik masyarakat, guru maupun orang tua harus melihat kondisi lingkungan, khususnya jajanan yang diperjualbelikan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
“Semuanya harus proaktif memantau makanan dan jajanan putra putrinya,” agar kejadian hal yang serupa tidak terulang kembali “ ujarnya.
Kemudian, lanjut Asep, apabila ada kantin di sekolah harus dipastikan juga mulai dari proses pembuatan, bahan baku makanan dan kebersihannya harus benar-benar terjaga.
“Jadi, jangan sampai ada makanan yang sudah kadaluwarsa,” ucapnya.
Kemudian, terkait para siswa yang menjadi korban nanti sekolah bakal ada guru berkunjung menyusul adanya pasien yang rawat jalan dan rawat inap.
“Kalau untuk satu siswa yang meninggal dunia ini, korban juga memiliki penyakit bawaan atau comorbid thalasemia,
Jadi anak ini harus cuci darah setiap tiga bulan,” imbaunya.
Sebelumnya, kasus keracunan kembali terjadi di Bandung Barat dan kali ini menimpa puluhan siswa SDN 3 Jati, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Camat Saguling, Kemal Adhyaksa mengatakan, berdasarkan informasi awal mula peristiwa ini terjadi pada Selasa 26 September 2023 saat para siswa membeli jajanan aci mini atau cimin yang berada di sekitar sekolah.
“Jadi mereka itu jajan cimin entah itu saat istirahat atau saat pulang sekolah dan siang itu mereka tidak merasakan gejala apapun,” kata Kemal saat dihubungi, Kamis 28 September 2023.
Kendati demikian, sambung Kemal, pada malam harinya mereka mulai merasakan berbagai gejala, seperti panas, muntah hingga diare.
“Pada hari Rabu 27 September 2023, saya mulai mendapatkan laporan para siswa di SDN 3 Jati mengalami gejala yang sama dan langsung ditindaklanjuti pemerintah desa dengan membawa anak-anak tersebut ke sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit dan klinik,” ujarnya.
Kemal menyebut, jumlah korban di Puskesmas DTP Saguling ada 25 anak dengan rincian 14 orang rawat inap dan 11 orang rawat jalan.
Kemudian, sambung dia, di Rumah Sakit Kartini ada 3 orang, di klinik 1 orang dan 1 orang di Rumah Sakit Dustira dinyatakan meninggal dunia.
“Total korban keracunan ada 31 orang dan rata-rata usia mereka cukup bervariatif mulai dari 8-12 tahun. Jadi ada korban di kelas 2 dan ada juga kelas 6,” pungkasnya.(nagon )
