Pontianak, hariandialog.co.id.- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat
menggelar perlombaan menari tarian tradisional dan menyanyi lagu
tradisional khas Kalimantan Barat, serta senam.
Bertempat di Aula lantai 4 Kejaksaan Tinggi Kalbar, puluhan peserta
yang terdiri dari jaksa dan pegawai dilingkungan kejaksaan menggunakan
pakaian khas berbagai etnis Kalimantan Barat, ada yang menggunakan
pakaian khas Melayu, Tionghoa, dan Dayak menyesuaikan penampilan
mereka.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr. Masyhudi menyampaikan bahwa
kegiatan ini merupakan bentuk upaya Kejaksaan dalam rangka
melestarikan kearifan lokal serta merefresh para pegawai.
Walaupun tugas utama Kejaksaan dalam fokus penindakan hukum serta
sosialisasi pencegahan tindak pidana, namun Kejaksaan juga memiliki
peran dalam hal ini.
Oleh sebab itu, dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 62
dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini pihaknya menggelar perlombaan menari,
menyanyi dan senam ini.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Adhyaksa 62 yang juga
ikatan Adhyaksa dharmakarini ke 22, ini adalah kreasi para pegawai
Kejati Kalbar, masing-masing bidang menampilkan kebolehannya, dan ini
adalah ajang silaturahmi serta untuk meningkatkan kreativitas, dan
yang terpenting ini untuk melestarikan budaya,” ujarnya seperti
ditulis tribun.
“Ini adalah seni, dan seni bisa membentuk manusia menjadi lebih baik,
setelah kita melakukan berbagai penegakan hukum, dengan seni ini bisa
merefresh para jaksa dan pegawai untuk memberi pelayanan kepada
masyarakat menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (tob)
