
Denpasar-hariandialog.co.id- 20 Januari 2025 – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali terus mendorong penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perbankan khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) wilayah Provinsi Bali, guna mewujudkan industri BPR berintegritas, tangguh, dan berkontribusi untuk perekonomian daerah Bali.
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali Ananda R. Mooy mewakili Kepala OJK Provinsi Bali saat Sosialisasi Modul Induksi Karyawan Baru BPR merupakan kolaborasi Deutsche Sparkassenstiftung für Internationale Kooperation (DSIK) Indonesia dengan DPD Perbarindo Bali Jumat (17/1) di Denpasar
“SDM yang kompeten merupakan pondasi dari produktivitas, inovasi dan keberhasilan perusahaan untuk mencapai kinerja BPR yang terus tumbuh, berdaya saing dan berkelanjutan,” kata Ananda.
Ananda menekankan, SDM BPR harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan diberikan kepada nasabah. Melalui pelatihan induksi karyawan baru ini diharapkan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan SDM BPR dapat mengambil langkah perbaikan yang diperlukan.
Ketua DPD Perbarindo Bali I Ketut Komplit, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini. “Penguatan SDM BPR sangat penting, karena dengan SDM yang berkualitas maka akan mampu meningkatkan daya saing dan pelayanan yang lebih baik, sehingga bisnis BPR akan semakin tumbuh sehat, kuat dan berdaya saing,” ujar Ketut.
Kegiatan dihadiri Capacity Development and HR Advisor German Spakarssenstiftung Shenia Hamp, menyampaikan DSIK telah melakukan penelitian mengenai pelatihan untuk karyawan baru di BPR, hasilnya nampak tingginya perputaran karyawan dan tidak adanya pelatihan induksi terstandarisasi untuk karyawan baru. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk pelatihan sebagai rujukan bagi BPR memperkuat SDM BPR.
Kolaborasi OJK dengan DSIK Indonesia dan DPD Perbarindo Bali selama tahun 2024 telah dilaksanakan 7 pelatihan BPR, meliputi pelatihan konsep keuangan bank, induksi karyawan baru, analisis kredit UMKM, transformasi digital, risk control self assessment, serta aspek hukum perkreditan.
Melalui sinergi OJK dengan DSIK Indonesia dan DPD Perbarindo Bali diharapkan dapat mendukung Ekosistem Industri Jasa Keuangan yang inklusif, inovatif dan berkelanjutan.( NL )
