
Jakarta-hariandialog.co.id -15 Juli 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” bagian dari upaya strategis memperkuat peran sektor jasa keuangan mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon.
Peluncuran di hadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, serta Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Samsul Hidayat, bertempat di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa ( 15/7 ) di Jakarta.
Mahendra Siregar, menekankan krisis iklim membutuhkan solusi nyata dan kolaboratif, salah satunya melalui perdagangan karbon, ” Peluncuran buku ini sejalan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), memberikan mandat kepada OJK mengatur, mengawasi, dan mengembangkan perdagangan karbon melalui pasar sekunder.
Buku ini memberikan pemahaman komprehensif dan aplikatif mengenai prinsip dasar, regulasi, dan mekanisme perdagangan karbon, termasuk potensi, tantangan, dan peran strategis Sektor Jasa Keuangan dalam membangun ekosistem pasar karbon nasional maupun global yang kredibel dan berintegritas.
”Dengan pendekatan yang utuh dan komprehensif,kami berharap pemahaman mengenai seluruh alur perjalanan pasar dan bursa karbon dimengerti dengan baik oleh para pemangku kepentingan,agar memahami betul proses teknis dan administratif harus dipenuhi dalam proses itu, buku ini mengidentifikasi potensi risiko perdagangan karbon termasuk potensi fraud, misstatement, dan greenwashing,” Jelas Mahendra.
Untuk itu,kata Mahendra dibutuhkan sistem tata kelola kuat, pengawasan yang efektif, serta peran aktif seluruh pemangku kepentingan menjaga integritas pasar karbon agar tetap kredibel dan dapat dipercaya,” kata Mahendra.Ia berharap menjadi rujukan bermanfaat, tidak hanya bagi pelaku industri jasa keuangan baik akademisi, peneliti, mahasiswa, para pemangku kepentingan, dan masyarakat umum mendukung dan mencapai komitmen bersama Target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060, atau lebih cepat.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengapresiasi OJK dan Kementerian Lingkungan Hidup atas dukungan dan kerja sama pengembangan perdagangan karbon. Pengawasan OJK dan integrasi dengan Sistem Registri Nasional merupakan faktor fundamental memperkuat integritas dan kreativitas pasar karbon Indonesia di mata internasional.
Ia juga menyampaikan peluncuran buku “Mengenal dan Mahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” yang disusun oleh OJK sebagai sebuah manifestasi komitmen keberlanjutan dan pengembangan perdagangan karbon di Indonesia.
Berdasarkan data per tanggal 14 Juli 2025, perkembangan perdagangan karbon di Indonesia menunjukkan tren positif, yang ditunjukkan antara lain, Total volume transaksi yang diperdagangkan sejumlah 1.599,336 (satu juta lima ratus sembilan puluh sembilan ribu tiga ratus tiga puluh enam) ton Ekuivalen Karbon Dioksida (CO2e) senilai Rp78 miliar.( NL )
