Jakarta, hariandialog.co.id
Tingkat polusi udara di beberapa daerah yang semakin tinggi merupakan masalah serius yang bisa berdampak buruk pada kesehatan manusia.
Angka polusi udara yang menunjukkan kategori tidak sehat dapat menyebabkan sejumlah penyakit, seperti adanya gangguan pada saluran pernafasan, peradangan, batuk dan bersin, gangguan pada jantung dan paru-paru, kanker pada organ tubuh, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.
Namun yang dilakukan oleh Satgas polusi udara yang dipimpin Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Nurcholis mulai bergerak mengatasi polusi di Jakarta. Nurcholis mengatakan pihaknya mulai melakukan inspeksi dadakan (Sidak) ke beberapa pabrik yang menggunakan bahan bakar batu bara dalam operasionalnya.
“Salah satu kita lakukan sidak, sidak di pabrik-pabrik yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jadi Satgas yang dari Polda Metro Jaya ini sempat mengecek dua pabrik yang ada di Tangerang Kota, kebetulan yang saya cek bahan bakarnya menggunakan bahan batu bara,” kata Nucholis kepada wartawan, Jumat (08/09/2023).
Nurcholis menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan KLHK untuk melakukan pengecekan kualitas udara yang dibuang pabrik melalui cerobong asap.
“Kita tidak punya alat itu, alat itu yang dimiliki hanya KLH dan Puslabfor untuk menguji alat itu dan menguji polutan yang dikeluarkan cerobong asap dari pabrik tersebut,” ujarnya.
Nantinya, Satgas juga akan mengecek scrubber atau alat yang dipakai untuk mengendalikan pencemaran udara dari industri yang ada. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang mewajibkan industri menggunakan scrubber.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan melihat ketersediaan scrubber di industri tersebut. Jika sudah ditegur dan tetap tidak mengikuti aturan yang ada, maka industri atau pabrik tersebut akan ditindak.
“Kalau memang data itu sudah menyebutkan bahwa secara berkala sudah dilakukan sidak, ternyata sudah ada teguran, rekomendasi itu tidak dilaksanakan, ini langkah terakhir ultimum remidium. Tadi penegakan hukum adalah yang terakhir untuk menindak tadi,” ujarnya.
Nurcholis menambahkan, selain penindakan pabrik, pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder terkait melakukan pengendalian polusi lainnya. Termasuk melakukan uji emisi terhadap kendaraan yang ada di Jakarta.
“Ini kan kita baru berjalan 3 hari kita nanti satu minggu kita analisa dan evaluasi hasil dari pada uji emisi terus hasil dari pada uji polutan tadi yang dipabrik itu,” ujarnya.(Rizky)
