Jakarta, hariandialog.co.id.- Panitera pengganti (PP) yang ada di
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta banyak yang santai karena tidak ada
pekerjaan. Berkas perkara yang diberikan atau didapat para PP dari
atasannya tidak terlalu banyak.
“Kami santai saja. Jadi dengan WFH ini kami lebih enak
tiduran di rumah karena tidak ada pekerajaan. Coba siapa PP yang dapat
berkas di atas sepuluh sejak Januari hingga sekarang ini. Saya mau
tahu. Padahal berkas dari lima pengadilan pengaju untuk banding baik
itu perkara Pidana, Perdata maupun Korupsi, cukup banyak. Kemana
berkas perkara itu semua ya ada pada Panitera,” jelas salah seorang
PP.
Panitera Pengganti yang tidak mau disebut namanya itu,
mempersilakan redaksi untuk melihat di SIPP PT DKI Jakarta. “Ayo kita
lihat nih. Coba berkas perkara ini Ppnya siapa dan ini lagi yang
dibawahnya. Coba kalau kita lihat berkas yang namanya di SIPP dan
menyidangkan perkaranya ya Panitera semuakan. Kalau kita jumlah ya
hampir 20 berkas perkara. Jadi sudah lihatkan. Ini bukan bohong tapi
kenyataan kita PP ini sekarang santai,” katanya.
Menurut PP itu, berkas yang ada pada rekannya dan
dirinya adalah perkara kecil-kecil. “Coba klasipikasi berkas perkara
yang ada pada PP tergolong biasa sementara yang ada pada Panitera
cukup bagus dan sepertinya ada isinya. Kita inikan bukan PP baru sejak
dari di pengadilan tingkat pertama sudah tahu dan karena tugas,”
terangnya.
Atas informasi dan keluhan beberapa Panitera Pengganti
itu, Redaksi berusaha mendatangi PT DKI Jakarta di bilangan Cempaka
Putih, Jakarta Pusat, untuk mencari tahu dan sekaligus penyeimbang
pemberiatan atau tuilisan. Tapi, oleh petugas keamanan PT DKI Jakarta
disebut bahwa Panitera sedang tidak ada di ruangan. “Mungkin Bapak
Bukeri yang Panitera sedang WFH atau ada urusan ke luar kantor. Tidak
ada sejak pagi,” kata sang petugas keamanan itu di lantai dasar PT DKI
Jakarta. (tob), bersambung.
