
memberikan selamat seusai melantik Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di lingkungan BP BUMN, Selasa (04-03-2026). (Foto : Biro Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BP BUMN)
Jakarta, hariandialog.co.id – Wakil Kepala II Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Tedi Bharata,
secara resmi melantik Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional di lingkungan BP BUMN pada Selasa (04-03-2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi baru BP BUMN dalam menjalankan peran sebagai regulator pengelolaan BUMN.
Pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran Eselon I dan II BP BUMN. Dalam sambutannya, Tedi
menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan pejabat yang hadir, sekaligus menekankan
makna strategis pelantikan sebagai bagian dari transformasi kelembagaan BP BUMN.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari implementasi struktur organisasi baru sebagai Badan
Pengaturan BUMN yang kita harapkan tetap relevan dengan kebutuhan BUMN saat ini. Struktur
organisasi yang telah disusun ini direncanakan dengan matang dan tentunya akan terus kita
evaluasi,” jelasnya.
Penguatan peran dan kewenangan BP BUMN didukung melalui Peraturan Presiden Nomor 105
Tahun 2025 dan Peraturan BP BUMN Nomor 1 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja BP
BUMN. Struktur organisasi saat ini terdiri atas 6 Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I), 22
Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 11 Jabatan Administrator (Eselon III), 10 Jabatan
Pengawas (Eselon IV), serta Kelompok Ahli.
Tedi menegaskan bahwa pejabat Eselon III yang dilantik memiliki peran strategis dalam transformasi
organisasi. Promosi dari Eselon IV ke Eselon III maupun rotasi jabatan merupakan bentuk kepercayaan pimpinan sekaligus strategi penguatan kapasitas.
“Ini adalah amanah dari pimpinan BP BUMN. Kami memberikan kepercayaan kepada Bapak dan
Ibu sekalian untuk melaksanakan tugas pada jabatan yang baru. Jika sebelumnya bertugas di satu bagian dan kini berputar ke bagian lain, itu merupakan bagian dari tour of duty agar kompetensi yang dimiliki semakin terasah dan berkembang,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap pejabat dituntut memiliki rekam jejak yang baik dan mampu mencapai
target kinerja secara konsisten. Selain itu, pimpinan BP BUMN juga perlu memiliki kompetensi di
lebih dari satu bidang.
“Tantangan ke depan semakin berat dan kompleks. Pimpinan harus memiliki pengetahuan dan
kompetensi multidimensi agar mampu mengambil keputusan secara lebih komprehensif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tedi mengingatkan BP BUMN tidak dapat menutup diri dari dinamika global, termasuk tantangan geopolitik yang berada di luar kendali. Namun organisasi tetap harus fokus pada aspek yang dapat dikelola secara optimal.
Tedi menegaskan bahwa BP BUMN harus mengoptimalkan perannya sebagai regulator melalui penguatan pengawasan, penetapan kebijakan teknis, dan restrukturisasi untuk meningkatkan nilai BUMN. Pengawasan tersebut mencakup memastikan penugasan pemerintah dilaksanakan secara efektif dan akuntabel serta sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan BPI Danantara dan PT Danantara Asset Management (Persero) dalam mendukung transformasi BUMN ke depan.
“Kita adalah mitra kerja Danantara. Hubungan ini akan semakin erat karena aspirasi pemerintah dan
Bapak Presiden terhadap BUMN sangat besar. Sebagai pemegang saham dan regulator, fungsi ini
harus kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Amanah ini harus kita laksanakan dengan penuh
tanggung jawab,” katanya.
Menutup sambutannya, Tedi mengingatkan bahwa integritas merupakan kebanggaan sebagai
aparatur sipil negara.
“Salah satu kebanggaan kita sebagai ASN adalah integritas. Integritas ini tidak bisa ditawar. Kami berharap Bapak-Ibu sekalian dapat melaksanakan tugas dengan amanah dan penuh tanggung
jawab. Insya Allah, dengan ikhtiar bersama, kita dapat membantu mengelola BUMN dengan lebih
baik,” tandasnya. (zal)
