
Foto: Siswa PKBM.Miftahul Huda selenggarakan Ujian akhir kesetaraan paket B dan C berjumlah 123 orang
Majalengka, hariandialog.co.id– Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM ) Miftahul Huda Pagandon Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ditetapkan sebagai PKBM percontohan di Wilayah Jawa Barat karena telah mampu menjalankan kurlikulum merdeka. Sekarang sedang melaksanakan ujian pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C pada tahun pelajaran 2022/2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kapasitas belajar pelajar yang selama ini sudah tertinggal oleh pelajar pendidikan formal, ujian tersebut di laksanakan di kampus PKBM Miftahul Huda secara mandiri.
Ketua pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Miftahul Huda Kiai Ahmad Jafar.SA.g.-MPd.I (58) berharap akan adanya peserta didik yang mempunyai kesempatan atas ketertinggalan dalam dunia sekolah formal dan ingin mendapatkan ijazah dan dapat diterima oleh perguruan tinggi dan perusahaan baik yang masih usia anak sekolah maupun dewasa sehingga ijazah nya bisa di terima mau masuk kemana saja sesuai keinginan siswa PKBM
Menurut Ahmad jumlah siswa yang mengikuti ujian kesetaraan paket B sebanyak 54 orang menggunakan 2 ruang kelas dan untuk kesetaraan paket C ada 69 orang menggunakan 4 ruang kelas usianya ada yang di bawah 21 tahun dan ada juga yang diatas 21 tahun, siswa kesetaran tersebut berasal dari nol artinya tidak ada yang drop out dari SMP dan SMA, sedangkan dalam ujian kesetaraan ada 2 ujian yaitu ujian kompetensi dan ujian tertulis akhir atau ujian sekolah dilaksanakan secara mandiri. begitu juga dalam pengawasan ujian bisa dilaksanakan silang atau bisa juga secara mandiri. Sementara mata pelajaran pada ujian akhir kesetaraan ada 9 mata pelajaran sudah mempunyai 23 komputer. selain itu pengawasan ujian sangat ketat bahkan ada monitoring dari dinas pendidikan majalengka “Alhamdulillah selama pelaksanaan ujian akhir kesetaraan berjalan sukses dan lancar karena PKBM Miftahul Huda banyak tenaga pengajarnya. Begitu pula komputer lengkap, ujian kompetensi dan ujian tertulis akhir, aku Jafar
Sementara itu saat konfirmasi terkait komitmen atau perhatian pemda majalengka ke para kelompok PKBM selama ini, kiai Ahmad Jafar mengatakan pernah pemda merencanakan memberikan batuan BOP untuk PKBM yang ada di Kabupaten Majalengka untuk APS dan ATS yang usianya di luar sekolah formal, memberikan subsidi akan tetapi hingga hari ini belum ada realisasinya. artinya janji tinggal janji belum ada tidak lanjutnya dari Bapeda Kabupaten Majalengka. “Kami sangat menyayangkan sekali dan seharusnya pemda ikut hadir karena bagaimanapun juga PKBM ikut mendongkrak IPM bidang pendidikan di Majalengka. sehingga bisa naik IPM’-nya di Kabupaten Majalengka yang tadinya tertinggal dengan kabupaten lain, kami berharap sekali ada tindaklanjutnya dari Pemda Majalengka, masa kalah sama Kepala Desa Pagandon ikut menganggarkan dari DD Rp.25 juta setiap tahunnya yaitu untuk warga Pagandon dan sekitarnya yang belum masuk ke.paket B dan C bisa membantu biaya untuk BOP PKBM Miftahul Huda Pagandon dan itu patut di contoh oleh Pemda Majalengka dan desa desa yang lainnya. ujar mantan kepala MTs Swasta mengakhiri pembicaraanya dengan Dialog sambil tersenyum. (ayub)
