Jakarta, hariandialog.co.id.- – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris
Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir
mengingatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi
untuk ikut berperan dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.
Pasalnya, saat ini masyarakat terus menyuarakan agar pelayanan publik
semakin optimal.
Hal itu disampaikan Tomsi saat membuka Orientasi bagi Anggota DPRD
Provinsi di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (10/9/2024). Selain
pelayanan, Tomsi juga meminta anggota DPRD untuk meningkatkan
peranannya dalam mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan membuat
beragam program unggulan yang berkaitan dengan pemenuhan gizi ibu dan
anak, termasuk penanganan stunting.
Tomsi menegaskan, anggaran untuk program penanganan stunting harus
direalisasikan secara matang dan tepat sasaran. Dia mencontohkan, dari
keseluruhan anggaran untuk program stunting, sebanyak 80 persen di
antaranya perlu diprioritaskan untuk kebutuhan bayi dan ibu hamil.
Sementara 20 persen sisanya dapat digunakan untuk mendukung kegiatan
kemasyarakatan.
“Kami berharap program itu selain program yang lain itu dapat
dirasakan oleh masyarakat, pemerintah pusat berupaya untuk memakmurkan
selain daripada program yang lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tomsi mendorong anggota DPRD juga ikut memastikan
bantuan sosial tepat sasaran. Realisasi bantuan sosial dapat
diutamakan di daerah miskin di wilayah masing-masing. Selain itu,
dirinya juga mewanti-wanti agar anggota DPRD tidak merealisasikan
anggaran belanja di luar program prioritas. Tujuannya, agar Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak rentan disalahgunakan dan
benar-benar untuk kepentingan rakyat. “Harapannya, APBD yang benar
untuk rakyat, pengelolaan, pendapatan, dan belanja daerah sesuai
dengan ketentuan serta penyerapan APBD terencana dengan baik,”
tegasnya tulis berita 1.
Kemudian dari sisi ekonomi, Tomsi menambahkan, anggota DPRD
harus mampu melakukan penguatan fungsi anggaran dan memperhatikan
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan demikian, hal itu dapat
memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat. “Supaya belanjanya bisa
besar [dan berdampak pada perekonomian masyarakat], belanjanya bisa
besar tentunya sangat membahagiakan [bagi rakyat],” pungkasnya.
(pitta-01)
