Bekasi, hariandialog.co.id.- KERICUHAN terus meluas ke beberapa titik
seiring aksi demonstrasi yang masih berlangsung. Markas Polres Bekasi
Kota turut menjadi sasaran massa sebelum dipukul mundur dan ricuh di
Summarecon Mall Bekasi kemarin malam.
Aparat kepolisian akhirnya turun langsung untuk mengamankan
lokasi dan menyisir sisa massa. Hanya saja selama proses pengamanan,
polisi melarang wartawan untuk merekam atau mengambil gambar.
Menurut keterangan seorang wartawan, dirinya dilarang untuk
mendokumentasikan aksi polisi ketika menginterogasi massa. “Polisi
menghentikan yang merekam aksi polisi bahkan ikut menginterogasi yang
merekam,” tuturnya kepada Tempo, Senin, 1 September 2025.
Agus-bukan nama sebenarnya-bahkan mengungkapkan bahwa
polisi sempat merusak beberapa motor ketika menginterogasi massa aksi.
“Mereka berjaga (naik) motor dan membawa senapan laras panjang,”
ujarnya lewat pesan singkat.
Agus menuturkan, ketika itu aparat kepolisian menyisir sisa
massa aksi yang berlarian mengaburkan diri hingga ke sekitar
Summarecon Mall Bekasi. Polisi memukul mundur mereka dari area Markas
Polres Bekasi Kota.
Menurut Agus, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah
kerumunan untuk memecah konsentrasi mereka. “Gas air mata bahkan masih
terasa ketika sudah menjauhi mal,” kata Agus.
Berdasarkan pantauan Tempo, kericuhan di Markas Polres
Bekasi Kota masih terus berlanjut hingga setidaknya pukul 17.10 WIB.
Massa yang datang dari arah Kranji kemudian melempari kantor polisi
itu dengan batu.
Kericuhan kemudian pecah beberapa menit. Polisi merespons
dengan menembakkan gas air mata dua kali. Aksi saling serang itu
terhenti pukul 17.35 WIB.
Kini penjagaan Polres Metro Bekasi Kota diperketat dengan
sejumlah anggota Brimob bersiaga. Jalan di sekitar kantor polres pun
ditutup dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Salah seorang warga sekitar, Imam, 50 tahun, mengatakan
massa datang tidak langsung dalam jumlah besar. Mereka berpencar dan
langsung melempari kantor polisi. “Kami enggak tahu dari mana.
Tiba-tiba ramai terus pecah (bentrok),” ucap Imam kepada wartawan di
lokasi.
Imam pun tidak mengetahui dari mana massa berasal. Sebab,
kebanyakan dari mereka menggunakan penutup wajah saat bentrok mulai.
“Akhirnya kami berjaga saja. Standby. Warga juga takut kena dampak,”
ucap Imam.
Sebelumnya viral di media sosial kericuhan terjadi di
sekitar Summarecon Mall Bekasi dan di area Markas Polres Bekasi Kota.
Hingga saat ini belum diketahui asal muasal massa tersebut, tulis
tempo. (adi-01)
