Majalengka, hariandialog.co.id-Proyek pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) dan irigasi pipa yang berlokasi di RW 04, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, menuai sorotan dari sejumlah warga desa.
Pembangunan TPT yang didanai oleh Dana Desa tahun 2025 sebesar Rp108.850.000 dan dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa, kini telah rampung. Namun, beberapa warga mengaku heran dengan bentuk fisik TPT yang dinilai terlalu pendek.
“Aneh, TPT-nya pendek sekali, tidak tinggi. Itu mah seperti senderan biasa, bukan TPT. Kalau TPT ya harusnya tinggi, menahan tebing,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mempertanyakan besarnya anggaran yang mencapai lebih dari Rp100 juta, padahal menurut mereka, panjang dan tinggi bangunan tersebut tidak sebanding dengan dana yang dihabiskan. “Patut diduga ada keuntungan cukup besar bagi pihak TPK kalau dihitung dari volumenya. Ke depan, kami harap Kepala Desa lebih berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan,” tambahnya sambil tersenyum, Selasa (20/…).
Sementara itu, Kuwu Desa Heuleut H. Agus Ahmad Sopyan, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa proyek tersebut dilaksanakan secara swakelola.
“Memang betul itu swakelola. Tapi antara TPT dan senderan itu sama saja, hanya beda istilah. Dan anggarannya benar Rp108.850.000,” jelasnya.
Agush, yang telah menjabat selama tiga periode, juga mempersilakan masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut untuk datang langsung ke kantor desa. “Mangga, kalau mau tahu lebih jelas, silakan datang ke kantor desa,” ujarnya kepada Harian Dialog.(Ayub).
