Jakarta,hariandialog.co.id.-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa hingga saat ini stablitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal tersebut dikatakan Purbaya dalam paparannya saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di gedung parlemen Senayan,J akarta, Senin (6-4-2026) mengenai capaian ekonomi pada triwulan I tahun 2026.
Dikatakan Purbaya, setelah terlebih dahulu memberiksan apresiasi kepada pimpinan Komisi IX DPR RI dan anggota dewan, mengenai capaian negara secara konprenhensif melihat fakta-fakta yang mempengaruhi baik global, domestik maupun sektoral serta merumuskan langkah strategis kedepan.
“Bagi kami, forum ini bukan sekadar kewajiban prosedural,tetapi ruang dialog kebangsaan untuk meperkuat fondasi fiskal sebagai pilar ketahanan dan keberlanjutan pembangunan. Gambaran yang fair penting sekali disampaiakan,” tukas Purbaya dalam paparannya.
Purbaya dalam rapat kerja itu juga menyinggung mengenai saat ini banyak berita-berita aneh yang tidak bertanggungjawab di sosmed. “Kami akan sampaikan paparannya yang terbaik perkembangan prekonomian dan fiskal mengenai relalisasi pendapatan negara triwulan I. Perkembangan prekonomian dan makro fiskal 2026.”
Dikatakan Menkeu, ditengah ketidakpastian global di tengah eskalasi geopolitik yang menekan stabilitas ekonomi dunia, stabilitas prekonomian Indonesia tetap tumbuh dan terjaga signifikan. “Jika kita tidak memenage dengan baik, kita nasibnya akan sama dengan negara lain yang sudah mengalaminya, mungkin karena keterlambatan ekonomi mereka tetap kewalahan dalam suplay BBM yang tidak ada di pasar,” jelas Purbaya.
Purbya mengatakan, Indonesia masih stabil, industri manufaktur tetap ekpansi dalam 8bulan terahir secara berturut-turut. Harga tetap terkendali,inflasi tetap konsiten dalam target dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Sektor ekternal tetap solid, neraca perdagangan catat surplus pendapatan yang mendukung cadangan devisa Indonesia. Kredit investasi juga mengalami pertumbuhan sekitar 20 persen sebagai indikasi aktivitas usaha yang kondusif,” terang Purbaya seraya menjelas bahwa penjualan ritel dan kendaraan bermotor tetap tumbuh dan mencerminkan daya beli yang terjaga. (Het)
