
Medan, Harian dialog.Co.Id I Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI) merupakan sebuah Gerakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui belanja produk UMKM dan berwisata di dalam negeri. Bank Indonesia tahun ini ditunjuk menjadi campaign manager GBBI & GBBWI 2024 pada 3-7 Juli 2024 di Kota Medan yang diselaraskan dengan HUT Kota Medan.
GBBI dan GBWI di Sumatera Utara akan dikemas dalam acara “Karya Kreatif Sumatera Utara” dengan tema “Rap Pamajuhon Sumatera Utara” (bersama-sama memajukan Sumatera Utara melalui pengembangan
UMKM, peningkatan pariwisata, dan penguatan investasi).
Kegiatan tersebut turut di hadiri Pimpinan Bank Indonesia, Deputi Kepala Perwakilan Yura Djlins, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Suharman Tabrani dan Advisor
Iman Gunadi kemaren di Medan.
Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Juli 2024 lalu TETAP 6,25%, BI-Rate TETAP 5,50%, Suku Bunga Deposit Facility (DF) TETAP 7,00%, dan Suku Bunga Lending Facility (LF)
Bank Indonesia pada 16-17 Juli 2024 lalu memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%. Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
Fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk modal asing. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga. Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.
Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas
dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global melalui:
Penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, melalui:
Penguatan struktur suku bunga di pasar uang Rupiah untuk menjaga daya tarik imbal hasil dan meningkatkan aliran masuk portofolio asing ke aset keuangan domestik.
Optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), Penguatan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas pada transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder; Penguatan strategi transaksi term-repo SBN dan swap valas yang kompetitif guna menjaga kecukupan likuiditas perbankan, (silalahi).
