Cibinong, hariandialog.co.id
Pendidikan merupakan hal yang luhur karena menumbuhkembangkan potensi setiap peserta didik. Pengetahuan dan karakter yang baik itulah sesungguhnya yang menjadi tujuan pendidikan. Salah satu karakter yang penting ditumbuhkembangkan dalam dunia pendidikan adalah peduli. Baik itu peduli dengan sesama maupun dengan lingkungan.
Peduli merupakan karakter yang semakin langka di negeri ini di tengah gencarnya arus globalisasi yang membawa sikap individual dan materialistis.
Hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor Luncurkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Pancakarsa,untuk memberikan insentif kepada para tenaga pendidik yang terdampak Pandemi Covid-19.
Dalam keterangan Bupati Bogor mengatakan, “Pemberian insentif tidak hanya untuk guru Paud tetapi juga guru honor dan madrasah. Karena masa pandemi ini mereka paling terdampak juga ya,” ujar Bupati Ade Yasin usai peluncuran ATM Pancakarsa di Aula Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (18/08).
Bupati menjelaskan, program tersebut bekerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB), instensif yang diberikan kepada para tenaga pendidik tersebut yakni sebesar Rp2,4 juta per tahun. “Ada sekitar 6.250 guru Paud, dan 10 ribu guru honorer di Kabupaten Bogor yang kami berikan insentif. Kami ingin membantu meringankan beban ekonomi mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, insentif dalam ATM Pancakarsa ini juga diberikan kepada para guru ngaji, RT, RW, Amil, hingga Linmas di Kabupaten Bogor.
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap program pemberian instensif ini tidak hanya dilakukan selama Pandemi Covid-19 melainkan seterusnya.
Namun, kata dia, kondisi tersebut tergantung daripada keuangan daerah. “Kami ingin seterusnya program ini berjalan. Tapi tergantung keuangan daerah, kemampuannya seperti ini. Kami harap insentif ini bisa membantu mereka yang terdampak Pandemi,” ujarnya.(Diskominfo/Riz)
