Hendrik Irawan bersama Irvan Gunawan beserta Master Chef Indonesia’Kig Abdi Demo masak di Dapur “SPPG” Pangauban
BANDUNG BARAT, hariandialog.co.id– Desainer kondang sekaligus pesohor papan atas, Ivan Gunawan, dibuat terpukau saat menyambangi dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Pangauban di Kampung Cibodas, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (14/03/2026).
Kehadiran pria yang akrab disapa Igun ini bertujuan untuk meninjau langsung proses pengolahan makanan dalam program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak sendiri, Igun hadir bersama jawara MasterChef Indonesia, King Abdi, dalam rangkaian acara buka puasa bersama ribuan warga dan anak yatim.
Kesan Pertama: Proporsional dan Higienis
Dalam keterangannya, Ivan Gunawan mengaku terkejut melihat standar operasional di dapur yang dikelola oleh Hendrik Irawan tersebut. Baginya, melihat langsung dapur MBG memberikan perspektif baru yang berbeda dari apa yang selama ini ia lihat di media sosial.
“Jujur, ini pertama kalinya saya melihat dapur MBG yang begitu proporsional, steril, dan rapi. Saya melihat keseriusan yang luar biasa dalam menyiapkan asupan bagi masyarakat,” ujar Igun.
Igun yang juga menggeluti bisnis kuliner dan memiliki program ‘Sedekah Subuh’ memahami betul betapa sulitnya menjaga konsistensi rasa dan kebersihan untuk ribuan porsi. Dengan nada bercanda, ia memuji kesabaran para pengelola.
“Mengelola dapur untuk ribuan orang itu butuh kesabaran ekstra. Saya saja yang punya warung merasa kesabaran saya masih setipis tisu, sedangkan pengelola SPPG ini kesabarannya sudah setebal kain kanebo,” selorohnya.
Dedikasi 19 Tahun Hendrik Irawan
Di balik layar dapur raksasa ini, sosok Hendrik Irawan menjadi motor penggerak utama. Sebagai Owner SPPG Pangauban di bawah Yayasan Azura Berkah Rezeki, Hendrik membawa pengalaman panjang selama 19 tahun di industri katering pabrik sejak 2007.
“Basic saya memang di makanan dan hobi memasak. Saya ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh besar dengan gizi yang baik melalui program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini,” jelas Hendrik.
Saat ini, Hendrik mengelola tujuh titik dapur SPPG, termasuk di Ngamprah, Pasir Halang, dan Gunung Halu. Khusus di unit Pangauban, aktivitas dapur dimulai sejak pukul 23.00 WIB demi menjaga kualitas distribusi.
Kapasitas Produksi: 4.000 porsi per hari.
Waktu Distribusi: Pukul 09.00 WIB (untuk menjaga kesegaran).
Menu Favorit: Dimsum dan menu sehat lainnya yang disukai anak-anak.
Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
Acara semakin meriah dengan aksi demo masak dari King Abdi yang menyajikan menu oseng daging dan tumis jamur sebanyak 700 porsi. Kepala SPPG Pangauban, Ahmad Sopian, menyebut kolaborasi ini sebagai inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas hidangan.
“Kehadiran tokoh seperti Ivan Gunawan dan King Abdi membuktikan bahwa teknik pengolahan yang mahir sangat menentukan kualitas. Kami berkomitmen mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pemerataan gizi,” tutur Ahmad.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemprov Jabar, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disnaker, Kadin, serta unsur TNI-Polri. Acara ditutup dengan tausiah menjelang azan magrib dan buka puasa bersama warga yang mencicipi langsung hidangan sehat hasil olahan tangan-tangan ahli. (Nagon)