
Jakarta, hariandialog.co.id – Dua pecatur muda Indonesia, MI Satria Duta Cahaya (2412) dan MIW Laysa Latifah (2213) kalah telak dari lawan-lawannya pada Duel Match JAPFA Chess Festival 2026. Duta kalah 3-7 dari pecatur Vietnam, MI Dau Khoung Duy (2509), sementara Laysa keok 2-8 atas pecatur Kazakhstan, WGM Xeniya Balabayeva (2384), Sabtu (5/9) siang, di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta.
Untuk Duel Match putra, Duta hanya mampu menambah 0,5 poin kemenangan atau victory point (VP) di babak ketujuh. Selebihnya di babak ke-6, ke-9, dan ke-10, Dia harus mengakui keunggulan jagoan Vietnam.
“Khoung Duy juga hebat catur blitz-nya, meski telah berupaya bermain maksimal ” ungkap SatrianDuta usai pertandingan, kemarin malam.
Sedangkan pada Duel Meet putri, WGM Xeniya terlalu tangguh bagi Laysa. Dari empat babak catur kilat yang dimainkan, Laysa kalah 0-4.
Mengomentari kekalahan telak Satria Duta dari Khoung Duy, Pengamat catur yang juga mantan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem sama sekali tak menduga hasil ysng dicapai pecatur Indonesia dipartai duel match JAPFA Chess Festival ini.
“Saya sama sekali tak menduga, Duta kalah 1-3 di catur kilat. Karena kemarin di catur cepat, Dia bisa mengimbangi permainan Khoung Duy,” kata Kristianus Liem.
Satria Duta Kena Mental
Kris memperkirakan, Duta sudah ‘kena mental’. Pasalnya usai pertarungan catur cepat yang berakhir 1-1, Duta mengakui kehebatan Khoung Duy di nomor catur kilat.
“Kalau pecatur sudah kena mental, sulit mengatasinya. Satu-satunya cara adalah ‘jorogin’ (paksa) Dia melawan pecatur yang kualitasnya di atas Dia,” tambah Kris.
Sementara mengomentari kekalahan Laysa, Kris ‘melihatnya’ kebanyakan pecatur Indonesia memang seperti itu.
“Ketika menang, mereka senang. Tapi begitu ‘kena pukul’, langsung down, sulit bangkit.” tutupnya.
Semenatra itu pada pertandingan katagori lainnya, di katagory open pecatur DKI Jakarta MI Gilbert Elroy Tarigan dipastikan meraih gelar juara catur standar.
Semua itu terjadi setelah mengumpulkan nilai 7,5 VP. Tambahan angka 0,5 VP yang diraih Gilbert pada babak 9 setelah menahan remis rekan sepelatnasnya,MI Arif Abdul Hafiz dari Jabar.
Dalam kelompok open awalnya dipegang pecatur senior MI Anjas Novita hingga babak ke tujuh memimpin klasemen sementara. Namun pada babak kedelapan Gilbert menyodok posisi Anjas setelah mengalahkan MI Danny Juswanto dan posisinya langsung memimpin dengan nilai 7 di babak delapan.
Guna mengukuhkan sebagai juara Gilbert minimal menambah nilai 0,5 VP. Hal itu terjadi setelah pecatur asal DKI Jakarta itu menahan remis Arif dipertandingan terakhir.
Sedang tempat kedua dipegang MF Fabian Glen Mariano dari Bali yang juga mengumpulkan nilai 7,5 VP. Fabian hanya kalah nilai solkof atas Gilbert yang tampil sebagai juara dikelompok open.
“Saya bersyukur bisa tampil sebagai juara di kelompok open dalam JAPFA Chess Festival 2026. Hal itu dapat saya jadikan modal menuju Olimpiade catur nantinya, ” ujar Gilbert sambil bercanda.
Sedang posisi ketiga di kelompok open diambil Arif Abdul Hafiz (Jabar) dengan nilai 7, diikuti MI Nayaka Budhiharma (Jatim) diposisi empat dengan nilai 7 hanya terpaut dengan nilai solkof. Tempat kelima diduduki MF Zacky Diaulhaq dari Jabar juga nilai 7 dan MN Ahmad Fauzi dari Kalsel nilai 7 hanya terpaut nilai solkof menempati posisi keenam.
Dukungan JAPFA Luar Biasa
Pada kesempatan sama usai melakukan coaching clinic mantan Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto secara tegas mengatakan, JAPFA luar biasa, tak perlu dipertanyakan lagi sumbangsihnya bagi dunia catur di Tanah Air. Yang sampai sekarang belum Kita bisa persembahkan adalah melahirkan ‘pecatur absolut’, kelas dunia. Grand Master, Kita sudah punya sembilan, International Woman Grand Master sudah tiga, pemain-pemain bergelar sudah banyak.
“Yang belum, Kita belum memiliki pemain sekelas Anand (Wiswanathan Anand – India). Itu tantangan Kita. Kalau Kita mempunyai pemain seperti Itu, Dia mengerek yang bawah. Saya harap di kepengurusan yang baru telah menyiapkan konsep bagaimana memajukan olahraga catur. Yang sangat Kita butuhkan adalah kontinuitas anggaran untuk mewujudkan munculnya sosok pecatur absolut kelas dunia,” jelas politisi PDIP tersebut.
JAPFA Chess Festival 2026 yang diikuti sekitar 520 peserta dari enam negara, berlangsung 1-6 September, di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, dengan mempertandingkan 14 Kategori, memperebutkan hadiah total Rp298,9 juta. (zal)
