Batam, hariandialog.co.id.- Syech Hang Sanah sangat tunduk dan patuh
kepada Sunan Gunung Jati. Hal ini lantaran ketika tiba dari China,
Sunan Gunung Jati yang mengislamkannya. Tak hanya masuk Islam, Sunan
Gunung Jati juga mengajarkannya baca Alquran bahkan sampai hafal
Al-Quran.
Syech Hang Sanah adalah keponakan dari mertuanya Syech
Syarif Hidayatullah nama lain Sunan Gunung Jati. Ibu Kandung Syech
Hang Sanah adalah adik kandung ayah dari Istri Sunan Gunung Jati yang
merupakan Putri Raja dari China .
Kedatangan Syech Hang Sanah ke Indonesia adalah untuk
mengawal Istri Sunan Gunung Jati ke Cirebon, Jawa Barat atas perintah
Raja dari Negeri China. Saat mengantarkan Putri Raja ke Cirebon untuk
mengantarkannya pada Sunan Gunung Jati, Syech Hang Sanah dikawal oleh
40 prajurit andalan dari Kerajaan China.
Sesampainya di Cirebon, Syech Hang Sanah diminta
bantuannya oleh Sunan Gunung Jati untuk menggalang kekuatan angkatan
perang di daerah kepulauan yang letaknya dekat dengan Malaysia atau
sekarang bernama Kepulauan Riau (Kepri).
Dapat perintah tersebut, namun belum diketahui pasti
waktunya pada tahun berapa, beliau mendarat di salah satu pulau yang
besar dimaksud Sunan Gunung Jati (Kepri). Pulau ini sekarang dikenal
dengan nama Pulau Batam, dan Syech Hang Sanah persisnya mendarat di
kawasan yang sekarang diberi nama Bengkong Laut.
Di situ, Syech Hang Sanah menggalang angkatan perang. Di
mana dari 40 orang prajurit yang setia kepada Syech Hang Sanah ini,
kemudian Beliau merekrut pemuda-pemudi Islam pribumi untuk dilatih
ilmu perang sebagai prajurit dan jumlahnya mencapai ratusan.
Angkatan perang ini nantinya akan digunakan sebagai
tambahan kekuatan untuk menggempur kekuatan tentara Portugis di
Malaysia dan Samudra Pasai. Selain dalam ilmu Agama yakni hafal
Alquran, Syech Hang Sanah juga seorang yang ahli dalam taktik dan
strategi perang. Kehebatannya bahkan diakui oleh Kerajaan Campa.
Beliau juga Hulubalang di Kerajaan China itu.
Di saat Sunan Gunung Jati memaklumatkan perang terhadap
Portugis, Syech Hang Sanah jatuh sakit. Para pengikut, prajurit dan
ratusan pemuda Islam yang setia pada Syech Hang Sanah yang telah
dilatih berhasil membantu Sunan Gunung Jati saat menggempur pasukan
Portugis di Malaysia dan Samudra Pasai.
Sekembalinya dari pertempuran, Sunan Gunung Jati
mengunjungi Syech Hang Sanah yang tidak ikut berperang karena sakit
keras di Pulau Batam. Syech Hang Sanah tinggal di kawasan pantai yang
sekarang bernama Bengkong Laut.
Sunan Gunung Jati juga diceritakan sempat melepas
kepergian Syech Hang Sanah pada tahun 1503 M. Setahun kepergiannya,
kabar tersebut sampailah di negeri China. Di mana akhirnya Raja di
China memerintahkan para prajurit andalan yang mengawal Syech Hang
Sanah untuk kembali ke China.
Makam Syech Hang Sanah ini berada di tepi jalan dekat
lapangan sepak bola Bengkong Laut. Sayangnya, warga sekitar tidak
banyak yang tahu mengenai makam Syech Hang Sanah ini. “Setahu Saya
dan dari orangtua Saya bilang ini makam sudah ada semenjak dahulu, ini
makam seorang pelaut dari China,” ujar salah seorang warga Bengkong
Laut.
Memang kondisi makam ini tak tampak seperti makam para
pembesar lainnya. Makam ini sangat sederhana dan hampir sama seperti
makam lainnya. Hanya ada bangunan sederhana yang melindungi makam ini
yang tingginya tak sampai 2 meter. Bangunan ini terpasang batu sekutar
40 centimeter dan selebihnya dipasang kawat dan beratapkan seng.
(dbs/tob).
