Jakarta, hariandialog.co.id.- Sekelumit tentang Siskaeee yang nama
sebenarnya Fransiska Candra Novitasari, hingga dirinya berani
mempraperadilankan Polda Metro Jaya melalui Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan.
Siskaeee dijadikan tersangka dugaan kasus PH film porno dan mengajukan
praperadilan. Dia menggugat Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan
Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya) ke PN Jaksel. Volume pencarian nama
Siskaeee pun meningkat di internet hari ini. Sebenarnya, siapa sosok
Siskaeee?
Dihimpun dari berbagai sumber, Siskaeee adalah seorang selebgram
kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur. Fransiska Candra Novitasari merupakan
perempuan kelahiran 1998 yang mulai terkenal di tahun 2019 ketika dia
aktif mengunggah video dirinya di platform Twitter (sekarang X).
Tak lama berselang, Siskaeee memulai karier menjadi aktris di tahun
2023. Dia menjadi pemeran utama film dewasa berjudul Kramat Tunggak
yang menuai kontroversi dan sempat diblokir Kominfo.
Selain menjadi selebgram, Siskaeee terang-terangan menjalankan akun
OnlyFans. Dalam suatu wawancara, dia mengungkapkan bahwa telah
mendapatkan izin dari keluarganya untuk bekecimpung di dunia konten
dewasa. Dari OnlyFans, Siskaeee mengaku bisa membeli rumah dan
kendaraan pribadi.
Sebelum kasus PH film porno, Siskaeee juga pernah berurusan dengan
hukum terkait kasus pornografi. Dia pernah mendekam di penjara selama
10 bulan karena dinyatakan bersalah pada kasus pornografi. Aksi
Siskaeee pamer alat kelamin di Bandara Yogyakarta International
Airport (YIA) itu juga mengharuskannya membayar denda Rp 250 juta.
Soal penetapan tersangka dugaan kasus rumah produksi film porno,
Siskaeee sebenarnya tak sendiri. Ada sembilan model dan artis yang
mengalami hal serupa, yakni Meli 3gp, Virly Virginia, Putri Lestari
alias Jessica, Chacha Novita, Zafira Sun, Arella Bellus, Bima Prawira,
MS, dan SNA.
Jika yang lain memilih mengikuti prosedur kasus PH film porno,
Siskaeee menentukan jalan lain. Dia mengatakan sedang memperjuangkan
kebenaran, tulis dtc.
“Karena saya pernah menjalani proses sebelumnya, yang di mana
menjadikan saya memiliki pemahaman hukum lebih baik. Dan saya sedang
memperjuangkan kebenaran yang saya yakini kalau saya tidak bersalah,”
tuturnya. (Yana).
