
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program revitalisasi satuan pendidikan terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah guna mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan bermutu untuk semua. Salah satu sekolah yang merasakan langsung dampak program tersebut adalah SMP Negeri Satu Atap Sasakseng, Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Program ini adalah salah satu wujud implementasi dari Pemerintah memperluas aksesibilitas pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk revitalisasi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebagai upaya untuk menambah daya tampung. Sehingga nantinya seluruh penduduk sekolah menengah pertama memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Revitalisasi fisik dan digitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengubah ruang belajar mereka menjadi lebih indah, modern, dan nyaman (2/9/2026).
Yadi Suryadi selaku perwakilan guru menyampaikan pesan dari Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap Marjohan, pertama ungkapan rasa syukur Alhamdulillah dan terimakasih kepada Pemerintah Pak Presiden Prabowo dan Menteri Abdul Mu’ti atas program ini serta terimakasih kepada Satuan Pendidikan Dinas (Disdik) Kabupaten Bandung Barat yang sudah memfasilitasi kami sehingga kami mendapat bantuan revitalisasi dengan bangunan baru menambah kenyamanan siswa dan guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke depannya menjadi lebih bersemangat. Ini adalah kedisiplinan pihak sekolah dalam memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara akurat. Ia sangat berharap Kemendikdasmen terus menjangkau sekolah-sekolah di wilayah terpencil, sehingga murid-murid di pelosok dapat merasakan kenyamanan fasilitas belajar layaknya sekolah-sekolah besar.

Saat di wawancara wartawan hariandialog.co.id, perwakilan guru, Yadi Suryadi menyampaikan Pembangunan Revitalisasi Ruang Kelas Baru adalah untuk memperluas aksesibilitas pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama khususnya di wilayah Desa Cirawamekar dan sekitarnya. Hal ini mengingat di wilayah ini pertumbuhan penduduk sangat pesat. Sedangkan SMPN Satu Atap Sasakseng adalah satu-satunya satuan pendidikan sekolah menengah pertama yang ada di wilayah Desa Cirawamekar memiliki daya tampung terbatas.
Dengan 236 murid dan keterbatasan ruang yang mengharuskan murid kelas VII lainnya di tempatkan di ruang lain sebelum ada penambahan ruang kelas baru serta kondisi toilet yang rusak parah, bantuan ini menjadi jalan keluar yang telah lama dinantikan. SMP Negeri Satu Atap Sasakseng mendapatkan tiga ruang kelas baru (RKB), Perpustakaan lengkap dengan mebelar serta rehabilitasi untuk ruang kelas empat lokal, ruang Kantor dan empat MCK.

Bantuan ini bukan hanya bangunan dan peralatan, tetapi juga tentang harapan dan masa depan untuk anak didik kami mereka merasa diperhatikan, didukung, dan diberikan kesempatan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi dengan fasilitas modern seperti laboratorium IPA, Perpustakaan hingga toilet yang bersih membuat para murid merasa sangat dihargai serta semakin termotivasi untuk berprestasi.
Program revitalisasi tahun 2026 ini turut dirasakan oleh semua warga Penduduk Sekolah dan tentunya orang tua murid merasa senang karena sekolah tempat anak-anak mereka menimba ilmu di rehab akan menambah kenyamanan untuk putra-putri mereka. Yadi guru di SMP Negeri Satu Atap sudah mengabdi selama 11 tahun, ini adalah bantuan kedua selama saya mengajar disini. Bantuan ini yang kedua, bantuan pertama adalah ruang Lab IPA, warga disini sangat antusias dan peduli terhadap Pendidikan mereka terlibat membuatkan MCK hibah dari warga bersama Pak RW setempat. (Nagon)
