
Bandung Barat-,hariandialog co.id Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Pangauban menggelar kegiatan Demo Masak dan Edukasi Gizi bertema “Gebyar Masak Kuali Besar” di Kampus 2 SMP-SMK Mahardika, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 26 Juni 2026.
Kegiatan ini jadi bagian sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis MBG yang rencananya mulai diterima siswa pada 13 Juli 2026.
Hadir Forkopimcam Hingga Artis :
Acara dihadiri Owner SPPG Pangauban Hendrik Irawan, Camat Batujajar Andi M. Hikmat, perwakilan Dinas HIPKI KBB Rositawati, Ketua Yayasan Deden Mahpudin, Kepala SMP & SMK Mahardika, tim ahli gizi, guru, orang tua siswa, serta artis Saipul Jamil.
Selain demo masak di kuali ukuran besar, peserta juga dapat edukasi pentingnya konsumsi makanan bergizi untuk tumbuh kembang dan daya belajar anak.
Jaminan Kualitas & Standar Pangan :
Hendrik Irawan menyebut kegiatan ini untuk memperkenalkan kualitas makanan yang akan disajikan lewat MBG.

“Saya ingin beri contoh ke mitra dan seluruh SPPG. Program ini luar biasa. Kami buktikan makanan dan minuman berkualitas, serta program ini bisa dijalankan baik oleh mitra yang dukung program pemerintah,” ujarnya.
Dengan pengalaman 19 tahun di industri dan katering, Hendrik memastikan penyediaan makanan massal tetap jaga mutu dan keamanan pangan. Setiap menu disusun mulai dari bahan baku, pengolahan, sampai penyajian sesuai standar.
Mulai 13 Juli, 5 Sekolah Tercover
Kepala SMP Mahardika bilang, demo masak bertepatan dengan pembagian rapor menjelang libur. Momen itu dipakai untuk perkenalkan MBG ke siswa dan orang tua.
“Insyaallah mulai 13 Juli seluruh siswa SMP dan SMK akan terima MBG dari SPPG Dapur 1 Pangauban Mudah-mudahan gizi anak terpenuhi, jadi lebih sehat, semangat belajar, dan berprestasi,” katanya.

Kepala SMK Mahardika mengapresiasi SPPG Pangauban. Ia berharap kolaborasi sekolah dan penyedia bisa lahirkan generasi sehat berkualitas, dan program berjalan berkelanjutan.
Dalam wawancara, Hendrik menyebut SPPG Pangauban sudah melayani 5 sekolah di Batujajar tanpa kendala.
“Total sekarang ada lima sekolah dan insyaallah semua tercover,” katanya.
Ia menekankan pentingnya setiap dapur MBG penuhi standar. Kualitas dapur, kebersihan, dan keamanan pangan jadi kunci keberhasilan program.
“Untuk mitra, kita bantu bersama program ini. Kualitas nomor satu. Dapur harus sesuai standar dan fasilitas layak,” tegasnya.
Lewat kegiatan ini, SPPG Pangauban berharap sekolah, orang tua, dan masyarakat makin paham pentingnya gizi seimbang. Dengan dukungan semua pihak, MBG ditargetkan dongkrak kesehatan, semangat belajar, dan prestasi siswa di Kabupaten Bandung Barat.( Nagon )
