Jakaerta, hariandialog.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dianugerahi gelar Doktor honoris causa pada hari ini, Selasa (12/12/2023). Gelar ini diberikan karena atas kontribusinya yang sangat luar biasa terhadap pembangunan dan reformasi ekonomi pada tingkat tertinggi, baik di Indonesia maupun internasional.
Gelar Doktor Honoris Causa ini diberikan oleh Australia National University kepada Sri Mulyani karena dianggap telah berjasa dan berkarya dengan dedikasinya yang cukup lama. Sri Mulyani sendiri telah menjabat menjadi Menteri Keuangan mulai dari periode 2005-2010 dan melanjutkan kembali tugasnya di era Presiden Jokowi pada 2016 hingga saat ini.
“Sebagai Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memainkan peran penting dalam mengelola perekonomian Indonesia melalui beberapa tantangan secara domestik dan internasional yang paling menantang, termasuk krisis keuangan global 2008 hingga 2009, pandemi Covid-19, dan berbagai periode guncangan krisis ekonomi yang berkepanjangan dan politik global,” ujar Australia National University.
Sri Mulyani juga telah memperkenalkan reformasi besar-besaran pada sistem pengeluaran dan pendapatan negara, yang dirancang untuk memastikan standar efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi yang tinggi.
Dia menggunakan jabatan ini untuk memajukan reformasi pasar tenaga kerja dan pendidikan, melakukan promosi berdasarkan prestasi dan kinerja, serta mendampingi staf muda, khususnya perempuan yang berasal dari daerah.
Australia National University mengatakan bahwa Sri Mulyani memiliki peran penting yang unggul dalam menduduki suatu jabatan.
Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) dari tahun 2002 hingga 2004, Menteri Perencanaan Nasional di Indonesia (Kepala Bappenas) yakni pada tahun 2004 dan 200 serta pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer Bank Dunia (COO) dari tahun 2010 hingga 2016.
Seperti diketahui, Sri Mulyani tetap aktif di beberapa forum penting global, yang mencakup The Coalition of Finance Ministers for Climate Action dan The Pathways for Prosperity Commission on Technology and Inclusive Development, yang ia pimpin bersama Melinda Gates. Sri Mulyani juga ternyata memiliki koneksi yang baik dengan beberapa institusi. (okefinance/red)
