
Deli Serdang, hariandialog.co.id – Konektivitas penerbangan dari Sumatera Utara menuju berbagai daerah di Indonesia semakin bertambah. Super Air Jet resmi mengoperasikan rute Kualanamu–Bandung dari Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, mulai 18 September 2026.
Penerbangan rute Kualanamu–Bandung ini melayani perjalanan empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Jadwal yang sama juga berlaku untuk penerbangan dari Bandung menuju Kualanamu.
Kehadiran rute ini turut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat Sumatera Utara yang hendak melanjutkan penerbangan menuju Bali melalui Bandung. Sebaliknya, penumpang dari Bali dapat memanfaatkan koneksi melalui Bandung untuk melanjutkan perjalanan menuju Kualanamu.
Pada penerbangan perdana, tercatat 51 penumpang berangkat dari Kualanamu menuju Bandung, sementara 53 penumpang melanjutkan perjalanan pada sektor Bandung–Bali. Secara keseluruhan, terdapat 104 penumpang dalam rangkaian penerbangan tersebut.
Kegiatan inaugural flight berlangsung di Gate 7 Ruang Tunggu Keberangkatan Domestik Bandara Internasional Kualanamu sekitar pukul 05.00 WIB. Acara dihadiri Director of Operation & Service PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono, Director of Technic Super Air Jet Dhika Setyaji, serta Kepala Bidang Keamanan Penerbangan Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan Muhammad Mukhtar, S.T., M.M.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan pemotongan pita dan kue, pemberian flower garland kepada lima penumpang, serta doa bersama. Setelah kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIB, proses boarding dilanjutkan melalui Gate 7.
Director of Operation & Service PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, mengatakan pembukaan rute Kualanamu–Bandung menjadi tambahan positif bagi konektivitas penerbangan di Sumatera Utara.
“Rute Kualanamu–Bandung yang beroperasi empat kali dalam seminggu memberikan tambahan pilihan perjalanan bagi masyarakat. Pada penerbangan perdana ini tercatat 51 penumpang dari Kualanamu menuju Bandung dan 53 penumpang pada sektor Bandung menuju Bali,” ujar Dedy.
Ia berharap respons masyarakat terhadap rute tersebut terus berkembang sehingga dapat mendorong peningkatan trafik penumpang maupun frekuensi penerbangan.
Menurut Dedy, konektivitas melalui Bandung yang dapat diteruskan menuju Bali memberikan pilihan perjalanan yang lebih beragam, baik untuk kebutuhan wisata, bisnis, pendidikan maupun mobilitas masyarakat.
“Semakin luas konektivitas yang tersedia, semakin besar pula peluang Kualanamu untuk menjadi pilihan utama masyarakat dalam memulai perjalanan dari Sumatera Utara menuju berbagai destinasi di Indonesia,” katanya.
PT Angkasa Pura Aviasi, lanjut Dedy, terus membangun kolaborasi bersama maskapai, regulator dan pemangku kepentingan penerbangan untuk mengembangkan jaringan penerbangan serta mendorong pertumbuhan trafik di Bandara Internasional Kualanamu.
Penambahan rute Kualanamu–Bandung diharapkan semakin memperkuat peran Kualanamu sebagai salah satu gerbang utama penerbangan di wilayah Sumatera Utara sekaligus membuka lebih banyak pilihan konektivitas bagi pengguna jasa.(hm)
