
Denpasar-hariandialog.co.id – Untuk memperluas program inklusi keuangan, Kantor OJK di Bali dan Nusa Tenggara mengorkestrasikan kebijakan dan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat daerah melibatkan semua pemangku kepentingan agar perluasan merata di wilayah Indonesia.
Bentuk memperkecil gap tingkat literasi dan inklusi di Bali dan Nusa Tenggara ( Banusra ), OJK terus melakukan bauran strategi antara lain mengedukasi keuangan dengan tatap muka, edukasi keuangan secara online, aliansi strategis, juga edukasi keuangan secara tematik.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan, Selama 2024 hingga November, Kantor OJK di Provinsi Bali-Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur ( Banusra ) melaksanakan 771 edukasi keuangan di Kab/kota di Bali dan Nusa Tenggara menjangkau lebih dari 102.541 orang, juga edukasi melalui media sosial menjangkau sekitar 514.090 orang.
Selain itu edukasi oleh Lembaga Jasa Keuangan di Banusra program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sampai November 2024 mencapai 1.031 kegiatan menjangkau 89.076 peserta. Total Edukasi keuangan dilaksanakan di Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 1.802 kegiatan menjangkau 191.617 peserta .
Edukasi keuangan bekerjasama dengan stakeholders program Intensifikasi pemanfaatan SiMolek, program 1-3 km care, edukasi segmented kepada pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas masyarakat, pelaku UMKM, dan juga edukasi kepada Finalis Jegeg Bagus, aliansi strategis bertajuk Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) tahun 2024.Eedukasi dilakukan seara online melalui media social, Instagram dan publikasi Iklan Layanan Masyarakat di radio serta media online.
Untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda, OJK Provinsi Bali bekerja sama dengan PT BPD Bali menggelar perlombaan Clash of Champions tingkat SMP se-Bali 20 November 2024.Platform digunakan perlombaan adalah Learning Management System Keuangan (LMSKU) OJK. Clash of Champions diikuti oleh 1.463 pelajar dari 39 SMP Negeri dan Swasta di Provinsi Bali.
Untuk literasi keuangan OJK dengan penguatan program inklusi keuangan didukung dan sinergi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melibatkan Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, dan stakeholder lainnya.
Selama 2024 sampai November, TPAKD Bali dan Nusa Tenggara telah menggelar asistensi dan pendampingan program TPAKD, UMKM, business matching klaster usaha dan edukasi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), Festival Keuangan Syariah, juga monitoring evaluasi pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kantor OJK Provinsi Nusa Tenggara Barat meresmikan Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesnatren Raudhatul Azhar Masbagik Lombok Timur pada 20 Oktober 2024. Program unggulan EPIKS ini dilaksanakan mendorong literasi dan inklusi keuangan berbasis syariah. Selain itu, EPIKS diharapkan dapat meningkatkan akses layanan keuangan syariah lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kantor OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur edukasi keuangan antara lain Edukasi Keuangan, pemetaan kepemilikan produk dan layanan jasa keuangan masyarakat Desa Kaliuda, edukasi keuangan ada pelatihan kewirausahaan mandiri bagi UMKM, edukasi keuangan Seminar Nasional dan Konferensi SEMMAU IX 2024, serta edukasi – youth economic empowerment dalam Kuliah Umum Mahasiswa Program studi Akuntansi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Untuk mendukung Pemerintah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK bersama Badan Pusat Statistik kembali melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, untuk mempersiapkan SNLIK 2025, OJK Provinsi Bali-Nusra ( Bali-Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur ) bersama BPS di masing-masing daerah melatih Petugas SNLIK 2025 selama November 2024. Bertujuan memberikan pemahaman tata cara dan metodologi SNLIK serta materi dasar tentang OJK dan lembaga jasa keuangan (LJK).
APPK Terima 779 Pengaduan Sengketa
OJK terus mendorong penyelesaian pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK)baik terindikasi sengketa maupun berindikasi pelanggaran. Selama 2024 hingga November, Kantor OJK di Provinsi Bali-Nusra( Bali- NTB dan NTT menerima 829 pengaduan sebanyak 334 merupakan pengaduan sektor perbankan, 494 pengaduan sektor Industri Keuangan Non Bank,dan1 pengaduan sektor Pasar Modal.
Status pengaduan selama tahun 2024 -bulan November sebanyak 779 pengaduan telah selesai (ditutup), 40 pengaduan menunggu tanggapan konsumen, dan 10 pengaduan proses penanganan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).
Untuk dukungan kelancaran kredit/pembiayaan dari Industri Jasa Keuangan kepada Masyarakat, OJK memberikan pelayanan penarikan data Informasi Debitur (Ideb) Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Selama tahun 2024 hingga bulan November, Kantor OJK di Bali-NTB dan NTT telah melakukan penarikan data Ideb SLIK sebanyak 20.761 orang terdiri pelayanan secara online sebanyak 12.840 orang dan pelayanan secara walk in sebanyak 7.921 orang. ( Nani )
