
Denpasar, hariandialog.co.id – Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom mengapresiasi keteguhan Gubernur Bali menjaga Bali tetap aman, tertib, dan bersih dari narkotika. Ia memuji kepemimpinan Gubernur Koster luar biasa berhasil memulihkan perekonomian Bali sangat cepat pasca pandemi serta menjaga Bali sebagai wajah Indonesia di mata pariwisata dunia.
“Bali bagi saya adalah rumah kedua. Kepemimpinan Bapak Gubernur luar biasa menjaga Bali sebagai etalase Indonesia. Tapi kita perlu waspada, karena narkotika kini menjadi ancaman semakin canggih dan masif,” ungkapnya.dalam Ramah Tamah Kerthasabha, Kediaman Gubernur Bali, Senin (14/7) malam.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali menyambut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom beserta istri dan jajaran Pimpinan Tinggi Pratama dan Madya BNN RI.
Gubernur Koster didampinhi Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, Kepala BNNP Bali, Kepala BNNK Kab/kota se Bali,
serta Kepala Perangkat Daerah Pemprov Bali simbol komitmen bersama dengan BNN RI menjaga Bali dari ancaman narkotika yang semakin kompleks.
Komjen Marthinus memaparkan, hasil survei BNN 2023 menunjukkan sebanyak 3,3 juta warga Indonesia terjerat penyalahgunaan narkoba. Namun angka tersebut diyakini masih lebih rendah dari kenyataan karena adanya angka gelap (dark number).
Ia mengungkapkan, adanya ancaman sindikat narkotika internasional, termasuk berasal dari negara-negara konflik seperti Ukraina dan Rusia, memanfaatkan teknologi digital, aplikasi rahasia, transaksi kripto, dan metode penyimpanan narkotika berbasis titik koordinat.
“Bali harus tetap aman. Modus kejahatan narkotika terus berkembang. Kami siap bersinergi dengan Pemprov Bali dan seluruh Forkopimda agar sindikat semacam ini tidak menjadikan Bali sebagai sasaran mereka,” tegasnya.
Kepala BNN menyoroti potensi ancaman dari jaringan geng motor internasional erat kaitannya dengan tindak kriminal seperti narkotika, kekerasan, dan premanisme. Oleh sebab itu, sinergi antarpenegak hukum sangat penting.
“Kolaborasi kuncinya, saling percaya dan saling membantu. BNN siap memberikan dukungan terbaik bagi Pemprov Bali menjaga keamanan Bali dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Kepala BNN menekankan pentingnya memperkuat regulasi daerah mendukung upaya pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkotika.
Gubernur Koste, menyebut saat ini Bali dalam fase pemulihan ekonomi dan pariwisata sangat positif pasca pandemi COVID-19. Sepanjang tahun 2024, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 6,4 juta orang, melampaui capaian sebelum pandemi.
” Pertumbuhan ekonomi Bali melampaui rata-rata nasional, dengan angka pengangguran dan kemiskinan terendah di Indonesia,” sebut Gubernur Koster
Ia menyebut,Kontribusi Bali sangat besar bagi bangsa ini. 44 persen devisa pariwisata nasional berasal dari Bali, setara Rp107 triliun. Tahun 2025, kami perkirakan kunjungan wisman sampai akhir tahun akan lebih meningkat berkisar 6,9 hingga 7,1 juta kunjungan wisatawan asing,” jelas Gubernur Koster.
Meski demikian, Gubernur tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan dihadapi Bali, mulai dari persoalan kemacetan, sampah, alih fungsi lahan, hingga perilaku wisatawan asing yang melanggar aturan, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Masalah narkotika ini menjadi perhatian serius kami. Sinergi dengan BNN, Polda Bali, dan Kejati Bali mutlak diperlukan mengatasi persoalan ini. Kami siap memperkuat kolaborasi agar Bali tetap terjaga, aman, dan bersih sebagai destinasi dunia,” tegasnya.
Gubernur mengatakan, kehadiran BNN RI di Bali bentuk dukungan nyata yang memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban masyarakat. (hms/ NL)
