Skip to content
April 5, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
  • Redaksi
Harian Dialog

Harian Dialog

Menyuarakan Hati Nurani Rakyat Berdasarkan Pancasila

cropped-cropped-banner-pasang-iklan.jpg
Primary Menu
  • Berita Daerah
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Ibukota
  • Kesra
  • Olahraga
  • Serba Serbi
Live
  • Home
  • Nasional
  • Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda
  • Nasional

Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

Harian Dialog Oktober 27, 2025


Balikpapan, hariandialog.co.id.-  Setiap tanggal 28 Oktober seluruh
bangsa Indonesia dimanapun berada memperingati Hari Sumpah Pemuda,
sebuah momen penting yang menandai bersatunya semangat generasi muda
dari berbagai daerah di Nusantara.

           Di balik ikrar yang menggema, tersimpan kisah perjalanan
panjang yang terjadi di tiga gedung berbeda di Jakarta.
Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Gedung Oost Java Bioscoop, dan
Gedung Indonesische Clubgebouw yang kini dikenal sebagai Museum Sumpah
Pemuda, menjadi saksi lahirnya sejarah besar itu.
             Tempat Bersejarah Lahirnya Sumpah Pemuda
        Kongres Pemuda II pada tahun 1928 tidak berlangsung dalam satu
hari, melainkan melalui tiga kali pertemuan yang digelar pada 27 dan
28 Oktober 1928. Masing-masing pertemuan memiliki suasana, peran, dan
nilai sejarah yang unik.
           Dikutip dari laman resmi Museum Sumpah Pemuda, mari kita
telusuri kembali jejak langkah para pemuda perintis bangsa di tiga
lokasi bersejarah ini:

1. Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB): Rapat Pertama
Malam hari tanggal 27 Oktober 1928, gedung Katholieke Jongenlingen
Bond yang terletak di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menjadi
saksi dimulainya sidang pertama Kongres Pemuda II.
          Sekarang, gedung ini digunakan sebagai Sekolah Santa Ursula,
namun di masa itu, ruangan berarsitektur kolonial tersebut dipenuhi
semangat juang anak muda dari berbagai daerah.
           Ketua Kongres, Sugondo Djojopuspito, membuka pertemuan
dengan pidato yang membakar semangat peserta. Ia menegaskan pentingnya
melawan perpecahan antarsuku dan organisasi. “Perceraiberaian itu
wajiblah diperangi, agar kita bisa bersatu,” ucapnya kala itu.
          Setelahnya, Mohammad Yamin menyampaikan pandangannya tentang
makna persatuan. Ia menjelaskan bahwa kekuatan bangsa Indonesia dapat
dipupuk melalui lima hal penting, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat,
pendidikan, dan kemauan. Lima faktor itu, kata Yamin, adalah akar yang
menumbuhkan kesadaran kebangsaan di kalangan pemuda.
          Dari sinilah, semangat persatuan mulai tumbuh kuat di
ruang-ruang diskusi, menandai awal perjalanan menuju satu tekad:
Indonesia yang bersatu.

          2. Gedung Oost Java Bioscoop: Rapat Kedua
Keesokan paginya, 28 Oktober 1928, Kongres berlanjut di Gedung Oost
Java Bioscoop di kawasan Koningsplein Noord yang kini diperkirakan
berada di sekitar area Mahkamah Agung dan Istana Negara. Sayangnya,
gedung bersejarah ini kini sudah tidak ada lagi, tetapi kisah
perjuangan yang lahir di sana tetap abadi dalam sejarah bangsa.

Sidang kedua membahas soal pendidikan, di mana ini menjadi tema
penting yang menjadi fondasi kemerdekaan. Dua pembicara kala itu,
Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, menyoroti pentingnya sistem
pendidikan nasional yang menanamkan semangat kebangsaan.

Poernomowoelan menyerukan agar cara mendidik anak Indonesia berubah
total. “Di Indonesia ini, mesti lebih banyak perubahan-perubahannya
dalam segala apapun juga. Kita harus membuang jauh-jauh itu tabiat
mempermanja anak-anak kita,” katanya.

Mereka berdua menegaskan bahwa anak-anak harus dididik secara
demokratis, dengan keseimbangan antara pendidikan di rumah dan di
sekolah. Pendidikan, bagi mereka, bukan hanya soal ilmu, tapi cara
menanamkan nilai-nilai kemerdekaan dan tanggung jawab sebagai warga
bangsa.

Dari ruangan sederhana itu, lahirlah gagasan bahwa kemerdekaan hanya
mungkin dicapai bila rakyat Indonesia, terutama generasi muda, cerdas
dan berpendidikan.

3. Gedung Indonesische Clubgebouw: Rapat Ketiga
Masih di hari yang sama, sore 28 Oktober 1928, para peserta kongres
berpindah ke Gedung Indonesische Clubgebouwdi Jalan Kramat Raya Nomor
106, Jakarta Pusat. Di sinilah sejarah besar tercipta. Gedung ini
dulunya merupakan rumah kos bagi para pelajar dari berbagai daerah
Hindia Belanda.

Pada sesi terakhir ini, Soenario memaparkan pentingnya nasionalisme
dan demokrasi. Sementara itu, Ramelan menegaskan bahwa gerakan
kepanduan tak bisa dipisahkan dari perjuangan nasional. Ia menjelaskan
bahwa sejak kecil, anak-anak dilatih disiplin dan mandiri, di mana
keduanya adalah hal yang menjadi modal utama dalam perjuangan melawan
penjajahan.

Seorang tokoh lain, Theo Pangemanan, menambahkan pesan: “Pramuka tanpa
semangat kebangsaan bukanlah Pramuka.” Ucapan itu menggema kuat di
dalam ruangan dan menjadi simbol bahwa cinta tanah air harus tumbuh
sejak dini.

Menjelang akhir kongres, suasana hening ketika Wage Rudolf Supratman
menggesekkan biolanya dan menderukan lagu “Indonesia Raya” untuk
pertama kalinya. Para pemuda yang hadir berdiri khidmat, beberapa
bahkan menitikkan air mata. Setelah lagu usai, Sugondo Djojopuspito
membacakan hasil keputusan kongres yang dirumuskan oleh Mohammad
Yamin. Dari sinilah lahir tiga kalimat abadi yang kini dikenal sebagai
Ikrar Sumpah Pemuda.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,
tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa
yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
        Dari Gedung Bersejarah Menjadi Museum Nasional
         Museum Sumpah Pemuda. (Dokumentasi Museum Sumpah Pemuda)
Seiring waktu, kesadaran akan pentingnya menjaga peninggalan sejarah
ini semakin kuat. Pada tahun 1968, Prof. Soenario, salah satu tokoh
Kongres Pemuda II, mengusulkan agar Gedung Kramat 106 dilindungi
sebagai monumen nasional.

Usulan itu diwujudkan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang pada
10 Januari 1972 menetapkan gedung tersebut sebagai benda cagar budaya.
Setahun kemudian, setelah dilakukan pemugaran oleh Pemprov DKI, gedung
ini diresmikan dengan nama Gedung Sumpah Pemuda pada 20 Mei 1973,
bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Lalu pada 7 Februari 1983, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
menetapkan gedung ini secara resmi sebagai Museum Sumpah Pemuda, di
bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Kini, museum ini menjadi destinasi edukatif bagi masyarakat dan
pelajar. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi bersejarah seperti
biola milik W.R. Soepratman, catatan hasil kongres, foto-foto tokoh
pergerakan, hingga Monumen Persatuan Pemuda.

Museum Sumpah Pemuda bisa dikunjungi oleh siapa saja. Museum buka dari
Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00 WIB, dengan tiket masuk Rp5.000
untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.

Itulah tiga gedung bersejarah dalam lahirnya Sumpah Pemuda. Ketiga
gedung ini menjadi saksi bisu lahirnya satu tekad besar yang
menyatukan Indonesia. Semoga bermanfaat, tulis dtc.  (dika-01)

About The Author

Harian Dialog

See author's posts

Post Views: 252

Post navigation

Previous: HUT Kabupaten Malinau: Manitip Pengesahan RUU Masyarakat Adat
Next: Kuatkan Komitmen Kebangsaan, Polda Jabar Gandeng Mantan Napiter JAD Cirebon dalam Program Deradikalisasi Humanis

Related Stories

  • Nasional

522 Rumah Kebanjiran di Donggala

Harian Dialog April 5, 2026
  • Nasional

671 Hektare Lahan Persawahan Terendam Banjir

Harian Dialog April 5, 2026
IMG-20260405-WA0019
  • Nasional

Ruang Sidang Hanya 4 dan Ruang Tahanan Terbatas: PN Jakarta Selatan Resmi Pindah Sementara

Harian Dialog April 5, 2026

Berita Lainnya

IMG-20260405-WA0021
  • Olahraga

Final Four Proliga 2026 :Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0

Harian Dialog April 5, 2026
IMG-20260405-WA0020
  • Olahraga

Final Four Proliga 2026 :LavAni Ikuti Langkah Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama

Harian Dialog April 5, 2026
  • Nasional

522 Rumah Kebanjiran di Donggala

Harian Dialog April 5, 2026
  • Nasional

671 Hektare Lahan Persawahan Terendam Banjir

Harian Dialog April 5, 2026

Olahraga

IMG-20260405-WA0021
  • Olahraga

Final Four Proliga 2026 :Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0

Harian Dialog April 5, 2026
Final Four Proliga 2026 :LavAni Ikuti Langkah Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama IMG-20260405-WA0020
  • Olahraga

Final Four Proliga 2026 :LavAni Ikuti Langkah Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama

April 5, 2026
Final Four Proliga 2026:JPE Buka Persaingan ke Grand Final, Usai Tundukkan Popsivo 3-1 IMG-20260405-WA0007
  • Olahraga

Final Four Proliga 2026:JPE Buka Persaingan ke Grand Final, Usai Tundukkan Popsivo 3-1

April 5, 2026

Kesehatan

f509a003-4913-4b97-8dc4-99263fd0867e
  • Kesehatan

Operasi Caesar Perdana di RSUD Bangun Purba Berhasil, Bupati Pastikan Layanan Kesehatan Makin Responsif

Harian Dialog April 2, 2026
Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes IMG-20260313-WA0032
  • Kesehatan

Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes

Maret 13, 2026
Temukan Maladministrasi, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara Meminta BPJS Ketenagaakerjaan Mencairkan  JHT PPPK Paruh Waktu Kota Medan IMG-20260312-WA0032
  • Kesehatan

Temukan Maladministrasi, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara Meminta BPJS Ketenagaakerjaan Mencairkan  JHT PPPK Paruh Waktu Kota Medan

Maret 12, 2026

Teknologi

IMG-20260316-WA0031
  • Techonology

OKI Gencarkan Gerakan Anti-Scam, Masyarakat Diajak Waspada Kejahatan Siber

Harian Dialog Maret 16, 2026
OKI, hariandialog.co.id— Ancaman kejahatan di ruang siber kian meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Beragam modus penipuan...
Baca Selengkapnya Read more about OKI Gencarkan Gerakan Anti-Scam, Masyarakat Diajak Waspada Kejahatan Siber
Sinyal Terhubung, Silaturahmi Tersambung: Diskominfo OKI–Telkomsel Perkuat Jaringan Jelang Idul Fitri IMG-20260316-WA0022
  • Techonology

Sinyal Terhubung, Silaturahmi Tersambung: Diskominfo OKI–Telkomsel Perkuat Jaringan Jelang Idul Fitri

Maret 16, 2026
Pemudik Manfaatkan Fasilitas Pos Terpadu Polisi, Anak Bermain Nyaman Orang Tua Nikmati Wifi Gratis IMG-20260315-WA0013
  • Techonology

Pemudik Manfaatkan Fasilitas Pos Terpadu Polisi, Anak Bermain Nyaman Orang Tua Nikmati Wifi Gratis

Maret 15, 2026
Warga Binjai Sambut Baik Program Internet Gratis Gubernur Bobby Nasution IMG-20260313-WA0048
  • Techonology

Warga Binjai Sambut Baik Program Internet Gratis Gubernur Bobby Nasution

Maret 13, 2026
Nataru 2026 Indosat Perkuat Jaringan ANDAL: Proyeksikan Lonjakan Trafik >17% di Bali–Nusa Tenggara 2026 IMG-20251214-WA0038
  • Techonology

Nataru 2026 Indosat Perkuat Jaringan ANDAL: Proyeksikan Lonjakan Trafik >17% di Bali–Nusa Tenggara 2026

Desember 14, 2025

Kesra

IMG-20260405-WA0016
  • Kesra

ASM HKBP Jatiasih Cari Telur Paskah di Ibadah Buhabuha Ijuk

Harian Dialog April 5, 2026
Pastikan Ibadah Aman, Tim Gegana Sterilisasi Gereja Prioritas di Wilayah Medan IMG-20260404-WA0017
  • Kesra

Pastikan Ibadah Aman, Tim Gegana Sterilisasi Gereja Prioritas di Wilayah Medan

April 4, 2026
Hadir Beri Rasa Tenang, Tim Gegana Sterilisasi Gereja di Lubuk Pakam IMG-20260404-WA0015
  • Kesra

Hadir Beri Rasa Tenang, Tim Gegana Sterilisasi Gereja di Lubuk Pakam

April 4, 2026

Pendidikan

IMG-20260403-WA0002
  • Pendidikan

Bus Sekolah Gratis Batalyon D Pelopor, Langkah Nyata Sat Brimob Polda Jabar Dukung Pendidikan

Harian Dialog April 2, 2026
Bupati Tinjau SDN 108076 Tanjung Selamat, Renovasi Segera Diproses d18c7ea9-dedb-44ce-ad3e-e4c030c5f075
  • Pendidikan

Bupati Tinjau SDN 108076 Tanjung Selamat, Renovasi Segera Diproses

April 1, 2026
Rakor Pendidikan, Bupati Ajak Kepsek Reformasi Kinerja Guru 52fbe686-9af3-45e8-9945-e77fa56d73b2-1024x683.jpg
  • Pendidikan

Rakor Pendidikan, Bupati Ajak Kepsek Reformasi Kinerja Guru

April 1, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
Copyright Harian Dialog Online © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.