Jakarta, hariandialog.co.id.- MULAI Senin (12/7/2021) mendatang,
masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara mandiri bisa beli
vaksin di klinik Kimia Farma. Hal ini sejalan dengan hasil riset yang
dilakukan beberapa lembaga.
Hasil riset tersebut mencatat banyak permintaan dari kelompok
masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara individu agar segera
mendapat perlindungan kesehatan pribadi.
Kimia Farma rencananya akan membuka klinik Vaksinasi Gotong Royong
(VGR) sebagai bagian dari percepatan embentukan kekebalan komunal
(herd immunity) sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat
berjalan lebih cepat. “Pelayanan Vaksinasi Individu oleh Kimia Farma
Group ini merupakan upaya untuk mengakselerasi penerapan Vaksinasi
Gotong Royong dalam membantu program vaksinasi Indonesia untuk
mencapai herd immunity secepat-cepatnya,” ujar Wakil Menteri BUMN
Pahala N. Mansury dalam keterangannya.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara
mandiri bisa melakukan pendaftaran melalui call centre Kimia Farma
maupun di website milik Kimia Farma.
Adapun delapan klinik Kimia Farma yang akan menjual vaksin di tahap awal adalah:
1. Jakarta KF Senen, kapasitas 200 orang per hari
2. Jakarta KF Pulogadung, kapasitas 200 orang per hari
3. Jakarta KF Blok M, kapasitas 100-200 orang per hari
4. Bandung KF Supratman (Drive Thru), kapasitas 200 orang per hari
5. Semarang KF Citarum, kapasitas 100 orang per hari
6. Solo KF Sukoharjo, kapasitas 500 orang per hari
7. Surabaya KF Sedati, kapasitas 200 orang per hari
8. Bali KF Batubulan, kapasitas 100 orang per hari
Harga vaksin Covid-19 yang dijual Kimia Farma ditetapkan
sebesar Rp321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi
sebesar Rp117.910 per dosis. Artinya untuk sekali vaksinasi, pelanggan
harus merogoh kocek sebanyak Rp439.570. Dengan demikian, untuk dua
kali vaksin seseorang akan menghabiskan uang sebanyak Rp879.140.
(okzn/redstu).
