Jakarta, hariandialog.co.id.- Presiden Joko Widodo atau Jokowi
meminta adanya penegakan hukum tegas terhadap penyalahgunaan narkoba.
Kepala negara ingin penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba
memberikan efek jera. “Mulai penegakan hukum yang tegas, sehingga
memberikan efek jera,” kata Jokowi dalam rapat terbatas (ratas)
mengenai penanganan narkoba di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin
(11-09-2023).
Jokowi pun mengungkap banyak oknum aparat yang terlibat
dalam penyalahgunaan narkoba. Jokowi meminta oknum aparat itu
diberikan tindak tegas. “Karena kita tahu juga banyak oknum aparat
penegak hukum kita yang terlibat di dalamnya. Ini menjadi catatan dan
tindakan tegas harus diberikan kepada mereka,” ujarnya liput06.
Presiden Jokowi meminta jajarannya bekerja lebih keras dalam
penanganan pandemi, utamanya menyeimbangkan gas dan rem antara
penanganan saat memimpin ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin
(24/8/2020). (Kementerian Sekretariat Negara)
Jokowi lalu bicara mengenai rehabilitasi para pelaku
narkoba. Menurutnya, ada usulan agar rehabilitasi bisa dilakukan di
Rindam TNI setiap daerah.
“Ketiga mengenai rehabilitasi pada pelaku karena di
lapas juga penuh, kemarin ada usulan dari pangdam untuk bisa dilakukan
di rindam di setiap kota kita punya kapasitas kurang lebih 500 an yang
bisa di ditempati. Tapi ini nanti kita bicarakan juga masalah
anggarannya seperti apa,” kata Jokowi. (red-01).
