
Cirebon, hariandialog.co.id – Pemerintah Kota Cirebon menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon,Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Cirebon, veteran, instansi vertikal, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pelajar, serta masyarakat.bertempat di lapangan madya,komplek Stadion Bima,Senin (17 Agustus 2026)
Wali kota Cirebon ,Effendi Edo dalam pidatonya mengatakan, tantangan Indonesia saat ini telah berubah. Kemerdekaan tidak lagi dihadapkan pada kolonialisme secara fisik, tetapi pada persaingan ekonomi, perubahan teknologi, tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan pasti.
“Pemerintahan dituntut untuk matang, presisi, dan tidak lagi meraba-raba dalam mengeksekusi kebijakan. Sebab, tantangan kita hari ini bukan lagi kolonialisme fisik, melainkan kompetisi ekonomi, transformasi pelayanan yang serba digital, dan kepastian tata kelola yang transparan,” tuturnya.
Ia menegaskan, kemerdekaan di era sekarang harus dibuktikan melalui kinerja dan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat. Bersama Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Wali Kota menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang tidak berhenti pada urusan administratif, tetapi memastikan pelayanan publik benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Menjaga kemerdekaan di era modern menuntut pembuktian yang konkret dari penyelenggara negara. Saya bersama Ibu Siti Farida Rosmawati, memegang komitmen teguh bahwa kepemimpinan ini bukan sekadar mengurus administrasi dari balik meja,” ujarnya.
Dalam amanatnya,Effendi Edo, juga menyampaikan sejumlah capaian Pemerintah Kota Cirebon selama 2026. Di bidang kesehatan, Kota Cirebon memperoleh Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 setelah cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 100,33 persen.
Sementara di sektor ekonomi, Kota Cirebon meraih Terbaik I Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa Bali pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya,
“Daya beli masyarakat adalah mesin penggerak ekonomi daerah. Jika harga dibiarkan liar mengikuti mekanisme pasar tanpa intervensi negara, pihak yang paling pertama terdampak adalah dapur masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terus melakukan penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila. Hingga pertengahan 2026, progres pengerjaan pada segmen pertama telah melampaui 51 persen.
Effendi Edo, menandaskan, berbagai program pembangunan tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat.
“Tata kelola kota saat ini menuntut adanya kolaborasi. Di Kota Cirebon, keterlibatan aktif masyarakat harus masuk dan menjadi bagian dari sistem.”
Mengakhiri amanatnya,ia mengajak ASN menghadirkan pelayanan yang cepat dan berkualitas, pelajar didorong terus meningkatkan kapasitas diri, sementara pelaku usaha dan UMKM diharapkan menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah.(budhi)
