
Budapest,hariandialog.co.id- Tim Putri merah putih kembali menuai sukses di hari ke-3, Olimpiade Catur Budapest (13/9) dengan menaklukkam tim putri
Hongkong 2 1/2 – 1 1/2 disusul tim putra menggulung Namibia tanpa ampun 4-0.
Tim putra Indonesia yg merupakan junior2 terbaik Indonesia menjadi tim Olimpiade saat para seniornya bertarung di PON XXI SUMUT ACEH pada saat Olimpiade catur berlangsung.
Diawali dengan pecatur Jakarta , FM Andrean Susilodinata (2393) yang memang menang kelas dari lawannya Heskiel Ndahangwapo (2011), merumuskan rajadi butuh 23 langkah .
Kapten Tim Putra, Kristianus Liem mengungkapkan bahwa di babak ke 3 ini, Zacky Dhia Ulhaq (2203) yang berada di papan 3 memperpersembahkan kemenangan yang indah saat mengandaskan Goodwill Khoa (1890).
“Ia mengorbankan dua bidak pada langkah 22 dan 27, tetapi serangan sayap rajanya dahsyat sekali. Mengorbankan Benteng yang ditukar Kuda di petak h7, jika dimakan Raja, Skakmat dalam satu langkah. Jika dimakan dengan Kuda maka Menteri Hitam lenyap. Lawannya berpikir cukup lama, dan akhirnya menyerah,”ujar Kristianus Liem.
CM Reynard Kristoper(2114) yang melawan Max Baron Nitzborn (1800) di papan 4, awalnya sempat membuat cemas karena posisinya berimbang sementara waktu pikirnya tersisa 30 detik. Beruntung, Reynard mampu menyelesaikan dengan tiga langkahnya yang berkualitas, sehingga Max menyerah di langkah ke-37.
Sementara pemain papan 2, FM Satria Duta Cahaya (2219) selesai paling akhir karena cukup alot menghadapi lawannya, Bernhard Schwarz (1875). Meski akhirnya juga menang. Namun Duta mampu menutup permainan secara indah pula, dengan mengorbankan gajah pada langkah 41 dan mempromosikan bidaknya menjadi menteri. Cukup satu langkah, lawan pun menyerah.
Di bagian putri, kemenangan diawali pemain papan 2 Indonesia Angel Ruth Nugroho (1939) yang berhasil menghentikan langkah Yuxin Lou (1654), begitu juga dengan pemain papan 3, Evi Yuliana (1912) yang juga berhasil membuat WCM Hoi Ting Leung (1619) tak berkutik .Sedangkan pemain papan 4, Clementia Adeline (1550) harus puas berbagi angka dengan Tian Yi Liu (1607) .
Satu-satunya poin yang didapat Hong Kong, diperoleh dari WFM Eunice Feng (1974) yang berhasil menghentikan langkah pemain papan 1 Indonesia, WCM Evi Lindiawati (1940).
Menurut Kapten Tim Putri Lisa Lumongdong, kemenangan bisa dipetik karena tim putri terus menunjukkan semangatnya dalam bertanding. tidak hanya semangat untuk memperoleh kemenangan bagi regunya, Tim Indonesia, mereka juga semangat untuk menorehkan prestasi bagi dirinya, seperti perolehan gelar dan penambahan elo rating.
“Sejauh ini mereka selalu main dengan happy dan tanpa beban. Apalagi tim Hongkong semuanya berusia muda, jadi tidak ada yang d khawatirkan. Namun di babak 3 ini, Evi Lindiawati terlalu lama berpikir di pembukaan. Sehingga hasilnya diluar ekspektasi,” ujar Lisa.
Di babak ke 4, Tim Putra Indonesia maupun Tim Putri Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang tangguh.
Tim Putra akan berhadapan dengan Tim Hungary C, sementara Tim Putri akan melawan iran.
( PB/
UK/Hansen Siregar WN)
