Ruteng, hariandialog.co.id.- – Sepuluh hari pascagempa NTT, warga
Dusun Cia, Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai
belum tersentuh bantuan pemerintah. Kepala Dusun Cia, Sisilia
mengatakan hingga hari ini hanya bantuan dari Partai Golkar dan
Yayasan Plan Indonesia yang diterima warganya.
“Sejauh ini pemerintah desa sudah mengirimkan data yang
rumahnya rusak berat. Semua sudah dikirim ke kecamatan. Di posko
pengungsian, ada bayi, lansia dan difabel yang belum ada bantuan sama
sekali. Mereka tinggal di posko darurat,” kata Sisilia, Selasa
(25/8/2026).
Namun, saat dikonfirmasi, Camat Cibal Barat Jhon Regon
mengatakan bantuan sembako dari pemerintah sudah disalurkan ke setiap
desa. “Berdasarkan laporan kepala Desa Wae Codi, semuanya sudah
diserahkan ke semua dusun, termasuk Dusun Cia,” katanya.
Jhon Regon mengatakan hingga kini warga di posko pengungsian
masih membutuhkan bantuan darurat. Selain sembako, kebutuhan mendesak
saat ini adalah tenda pengungsian atau terpal.
Ia mengakui selama ini ada bantuan yang masuk melalui posko
tanggap darurat bencana Kabupaten Manggarai, tetapi jumlahnya masih
minim dan tidak bisa memenuhi kebutuhan warga di posko pengungsian.
“Kebutuhan untuk dua minggu ke depan, kita membutuhkan 85 ton beras.
Saat ini yang sudah disalurkan selama ini hanya 7,1 ton beras,”
katanya.
Ia mengungakpan, selama ini ada bantuan tenda dari BNPB, tetapi
diprioritaskan untuk pelayanan di fasilitas umum seperti pelayanan
kesehatan di puskesmas dan posko kecamatan.
“Belum ada yang disalurkan ke warga, yang ada selama ini hanya terpal.
Itupun jumlahnya terbatas” katanya, tulis berita1. (matel-01)
