Surabaya, hariandialog.co.id.- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud
Mattalitti, memberikan perhatian serius terhadap kasus korupsi
beasiswa yang berpotensi melibatkan 400 mahasiswa di wilayah hukum
Polda Aceh.
LaNyalla yang sedang reses di Jawa Timur, mengaku sangat
prihatin dengan kondisi tersebut. Ia pun meminta penyelidik melihat
kasus tersebut dari perspektif yang lengkap, termasuk melihat unsur
mens rea atau niatan yang ada di benak para mahasiswa tersebut. “Saya
sangat menyesalkan munculnya kasus korupsi beasiswa yang berpotensi
melibatkan 400 mahasiswa. Perlu penyelidikan mendalam untuk mengungkap
permasalahan ini,” kata LaNyalla dalam keterangannya, Senin
(7/3/2022).
Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, penyidik juga perlu
memeriksa dasar kelengkapan persyaratan administrasi yang kurang
memenuhi syarat, sehingga 400 mahasiswa tersebut memaksakan diri
mengajukan sebagai penerima beasiswa.
“Mungkin saja para mahasiswa tersebut memang memerlukan uang beasiswa.
Namun, mereka tidak memiliki berkas administrasi lengkap, karena
terkendala berbagai hal. Untuk kondisi seperti ini, kita juga tidak
boleh tutup mata. Oleh karena itu, penyidikan perkara ini harus
melihat semua aspek.
LaNyalla mengaku sering mendapatkan pengaduan mengenai
pengajuan dana beasiswa. Tetapi, syarat yang harus dipenuhi sulit
sekali. “Akibatnya, mahasiswa yang sebenarnya sangat membutuhkan
tidak dapat mengakses dana beasiswa yang dipersiapkan pemerintah.
Apakah kondisi ini juga yang terjadi di Aceh? Kita belum bisa
pastikan. Tugas kita adalah mencari tahu hal itu,” jelasnya seperti
dikutib okezone.
Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu sangat
menyayangkan jika beasiswa yang telah disiapkan pemerintah tidak dapat
diakses karena variabel persyaratan yang tidak dapat dipenuhi.
Ia berharap hal ini menjadi pertimbangan. Sebab, jumlah
mahasiswa yang terduga sebagai pelaku korupsi dana beasiswa di Aceh
sangat besar, mencapai 400 orang. “Meskipun tindakan ke 400 mahasiswa
tidak dapat dibenarkan, tetapi penyelidik perlu melihat kasus ini dari
perspektif yang lain. Karena bukan rahasia, banyak beasiswa yang
syaratnya sangat sulit dipenuhi secara administrasi, tetapi secara
fakta mahasiswa tersebut layak sebagai penerima,” pungkasnya.
(haltob)
