Jakarta, hariandialog.co.i. — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi
wartawan senior di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin
(26/10/2026), menemukan banyak peserta mengalami hipertensi dan
gangguan penglihatan, termasuk katarak.
Bahkan, sejumlah peserta memiliki tekanan darah di atas 200
sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan
penanganan.
Ketua Serikat Wartawan Senior Indonesia (SOWSI), Wahyu
Muryadi mengatakan, dari 175 peserta yang terdaftar dalam kegiatan
tersebut, banyak yang diketahui mengalami tekanan darah tinggi.
Temuan ini menjadi perhatian serius karena hipertensi dapat
meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung jika tidak ditangani
dengan baik. “Tapi ternyata apa yang terjadi setelah tadi diperiksa,
ada 175 peserta yang terdaftar di sini, tapi ada lebih itu kebanyakan
adalah mengalami tekanan darah tinggi. Ini serius,” kata Wahyu di
Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Selain hipertensi, pemeriksaan juga menemukan gangguan
penglihatan dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari katarak
ringan hingga berat. Wahyu mengapresiasi pelaksanaan program CKG yang
dinilai bermanfaat bagi para wartawan senior. “Jadi katarak tipis
sampai tebal segala macam. Sehingga terima kasih, ini bermanfaat
sekali acara ini, program CKG ini, Pak Menteri,” ujarnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemeriksaan
kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mendeteksi risiko penyakit
serius sejak dini, terutama pada kelompok usia lanjut. Penyakit yang
perlu diwaspadai antara lain stroke, penyakit jantung, dan gangguan
ginjal.
Budi menyarankan masyarakat, khususnya mereka yang berusia di
atas 60 tahun, menerapkan pola hidup sehat melalui pengaturan waktu
tidur, olahraga rutin, dan pola makan yang seimbang.
Menurut dia, masyarakat disarankan tidur selama 7 jam 40
menit setiap hari serta berolahraga selama 30 menit per hari, lima
kali dalam seminggu, dengan intensitas zona 2. Aktivitas olahraga
tidak harus berat. Masyarakat dapat memilih kegiatan sesuai kemampuan
fisik, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, bermain bulu
tangkis, hingga tenis meja.
Hal terpenting adalah menjaga intensitas olahraga agar
sesuai dengan kondisi tubuh.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan,
banyaknya peserta dengan tekanan darah tinggi dalam pemeriksaan
tersebut perlu mendapat perhatian serius. Dia mengaku telah menerima
laporan dari jajaran Kemenkes mengenai kondisi kesehatan para peserta.
“Saya tadi, Pak Menkes, waktu naik langsung dilaporkan oleh Bu Dirjen,
‘Bu, ini angka-angkanya agak perlu atensi. Karena katanya Pak Wahyu,
yang tekanan darah tingginya cukup banyak di atas rata-rata,’” kata
Meutya.
Meutya juga mengapresiasi pelaksanaan CKG bagi wartawan
senior. Dia berharap para wartawan senior dapat terus menjaga
kesehatan agar tetap berperan dalam menyampaikan informasi yang
berkualitas kepada masyarakat. “Wartawan yang sehat, negara akan
menjadi kuat. Wartawan senior yang sehat-sehat akan membantu negara
menjadi kuat,” kata Meutya, tulis gebrak.id. (bing)
