24 Kab Kota di Jatim Krisis KekeringanJakarta, hariandialog.co.id.- — Krisis kekeringan di Jawa Timur kianmeluas. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto,mengungkapkan sebanyak 24 kabupaten/kota telah mengeluarkan statussiaga darurat maupun tanggap darurat kekeringan. “Untuk kekeringan,hingga hari ini masih sama. Jumlah yang mengusulkan dan mengeluarkanstatus, baik itu siaga darurat maupun tanggap darurat, itu adasebanyak 24 kabupaten/kota,” kata Gatot, Senin (7/9/2026).
Dari jumlah tersebut, 20 kabupaten sudah mulai menyalurkanbantuan air bersih ke wilayah terdampak. Tiga daerah di Pulau Maduratercatat sebagai wilayah dengan dampak kekeringan terparah. “Dari 24tersebut, yang sudah mengeluarkan dan sudah menyalurkan air bersih itu20 kabupaten,” ucapnya.
Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, sebanyak 24 daerah telahmenetapkan status keadaan darurat kekeringan. Enam daerah yang telahmenetapkan status tanggap darurat yakni Kabupaten Lumajang, Pasuruan,Malang, Mojokerto, Situbondo, dan Sumenep. “Bangkalan dan Sumenep, serta Pamekasan Ini yang menjadiperhatian kami, dan kami pun sudah menurunkan beberapa bantuan kewilayah tersebut dengan jumlah bantuan ada 5.410 rit air. Lalu adakurang lebih 1.400 tandon yang kita siapkan. Lalu ada tandon lipat danjuga terpal,” ujarnya.
BPBD Jatim turut mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC)sebagai salah satu upaya mengatasi kekeringan, selain untuk membasahiarea gunung dan hutan yang rawan kebakaran. “OMC sudah digelar tadi diawal. Fungsi OMC itu selain untuk mengatasi kekeringan air, juga untukmelakukan pembasahan pada area-area gunung yang dirasa rentan terjadikebakaran,” kata Gatot, tulis cnni. (umum-01)
