Jakarta, hariandialog.co.id.- Total 28 anak dilaporkan mengalami
keracunan setelah mengonsumsi chiki ngebul. Kasus terjadi di Kabupaten
Tasikmalaya yakni 24 anak dan empat kasus di Kota Bekasi empat
‘korban’.
Karenanya, Kementerian Kesehatan RI menekankan orangtua perlu
melakukan pengawasan ketat terutama soal kebiasaan jajan. Kepala Biro
Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi
berpesan agar para ortu mengutamakan asupan gizi anak. ”Orang tua
harus diedukasi agar memberikan makanan kepada anak sebaiknya yang
bergizi dan diolah dengan standar yang baik. Tidak jajan
sembarangan,” lanjut dr Nadia kepada wartawan, Jumat (06-01-2023).
Ada satu kasus yang semula mengalami gejala berat hingga
perlu dirujuk dan dirawat di RS. Ia mengalami perforasi atau adanya
lubang di saluran cerna sehingga membutuhkan operasi.
Ternyata, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit (P2P) Dinkes Jabar dr Ryan Bayusantika Ristandi, SpPK,MMRS
sisa nitrogen cair terminum. “(Korban) yang berusia 4 tahun ini
meminum sisa nitrogen cairnya,” kata dr Ryan Bayusantika saat
dihubungi detikcom, Jumat (6/1/2023).
Kondisi Terkini
Seluruh anak, baik kasus yang terjadi di Tasikmalaya
November lalu, maupun Bekasi di Desember 2022 sudah dinyatakan pulih.
”Semua sehat karena ini yang di Tasik kejadian November dan di
bekasi 21 Desember kemarin. Semua sudah sehat,” terang dr Nadia.
(pitta).
