
Cirebon, hariandialog.co.id – Proyek pengeboran minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Cirebon direncanakan mulai pada 2027. Tiga kecamatan diproyeksikan menjadi lokasi kegiatan tersebut, yakni Kecamatan Kaliwedi, Kecamatan Susukan, dan Kecamatan Arjawinangun.
Bupati Cirebon, H Imron mengatakan rencana tersebut salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan daring antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, termasuk percepatan perizinan wilayah kerja dan kesiapan kerja sama di sektor hulu migas di Jawa Barat.
“Dalam pertemuan melalui Zoom itu dibahas sejumlah hal strategis, termasuk percepatan perizinan di wilayah kerja serta kerja sama hulu migas di Jawa Barat,” ujar Imron,kepada wartawan Jumat, (4/9/2026)
Menurutnya, pada 2026 kegiatan pengeboran yang menjadi prioritas Pertamina masih difokuskan di Kabupaten Subang dan Indramayu. Kabupaten Cirebon dijadwalkan menjadi salah satu lokasi kegiatan pada tahun berikutnya.
“Tahun 2026 ini yang menjadi prioritas pengeboran Pertamina adalah Kabupaten Subang dan Indramayu. Untuk Kabupaten Cirebon-nya tahun depan,” ungkapnya.
Imron menilai program pengembangan hulu migas tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di sekitar wilayah kegiatan.Selain mendukung sektor energi, aktivitas pengeboran diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pemkab Cirebon, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait untuk memastikan seluruh persiapan dan proses perizinan berjalan sesuai ketentuan,agar ketika kegiatan pengeboran mulai dilaksanakan, kita sudah memiliki kesiapan yang memadai,” pungkasnya.(budhi)
