Makassar, hariandialog.co.id.- — Sebanyak 522 rumah warga yang berada
di 10 desa Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,
kebanjiran akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah
tersebut. “Hujan deras di Kabupaten Donggala, terdapat 10 desa
terdampak banjir,” kata Plt Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto dalam
keterangannya, Sabtu, 4-04-2026.
Banjir tersebut terjadi pada Jumat (3/4) disebabkan hujan
deras yang mengguyur Kabupaten Donggala, sehingga memicu air sungai
meluap dan merendam permukiman warga yang berada di 10 desa Kecamatan
Sirenja.
“Curah hujan yang tinggi memicu luapan air sungai hingga masuk ke
permukiman warga,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara desa terdampak yakni, Desa
Balentuma 177 unit rumah terendam, kemudian Desa Tompe 150 rumah
terendam, Desa Lompio 60 rumah, Desa Tanjung Padang 40 rumah.
“Desa Dampal dan Desa Tondo yang masing-masing mencatat 30 unit rumah
terdampak, Desa Lende Tovea, banjir tidak hanya merendam 35 rumah
warga. Terparah terdampak banjir berada di Desa Balentuma dan Desa
Tompe,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah bangunan fasilitas umum seperti kantor
desa dan bangunan saranan pendidikan juga terendam banjir. “Untuk Desa
Jono Oge, Desa Lende, dan Desa Sipi, petugas masih melakukan pendataan
di lapangan. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,”
jelasnya.
Akibat banjir tersebut, kata Asbudianto, menyebabkan kerugian
material yang cukup besar, karena banyaknya rumah warga yang
terdampak. “Koordinasi dengan aparat desa setempat juga terus
dilakukan guna mempercepat penanganan darurat dan pendataan jumlah
pengungsi,” katanya, tulis cnni. (monik-01)
