Bima, hariandialog.co.id- Puluhan siswa, balita dan lansia, termasuk
ibu hamil di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
(NTB), dilarikan ke puskesmas karena mengalami muntah dan mencret.
Diduga mereka keracunan seusai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Iya betul,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Wera, Siti
Rahma dikonfirmasi detikBali, pada Minggu, 5 -4-2026
Siti mengaku puluhan pasien tersebut masuk di Puskesmas Wera
mulai Sabtu (4/4/2026) sore. Keluhan awal yang dirasakan yakni mual,
muntah, hingga mencret. “Jumlahnya kurang lebih 24 orang. Mereka
terdiri dari anak-anak, balita, lansia hingga ibu hamil (bumil),”
katanya.
Hingga Minggu pagi, lanjut Siti kondisi mereka sebagian besar
sudah berlangsung membaik dan pulih. Mereka sudah diberikan tindakan
medis dan pemasangan infus. “Alhamdulillah kondisinya sudah aman untuk
pagi ini,” ujar Siti.
Meski begitu, Siti belum bisa menjelaskan detail pemicu dan
penyebab puluhan orang keracunan itu. Pasalnya hingga kini tim medis
masih melakukan pemeriksaan dan pendataan di lapangan. “Belum bisa
dipastikan keracunan karena apa. Kami sudah ambil sampel untuk
diperiksa dan diuji,” Aku Siti.
Informasi yang dihimpun detikBali, puluhan pasien yang
dilarikan ke Puskesmas Wera itu diduga keracunan seusai menyantap menu
MBG yang dibagikan pada Sabtu, 04-04-2026.
Rata-rata penerima manfaat MBG mulai dari siswa, balita,
lansia dan ibu hamil merasakan beberapa keluhan. Seperti lemas,
keringat panas dingin, mual muntah, hingga mencret.
Selain dirawat di Puskesmas Wera, sebagian juga dirawat jalan
serta diinfus di rumahnya masing-masing. Pasalnya kamar atau ruangan
di Puskesmas Wera dipenuh pasien keracunan, (siti-01)
