Jakarta, hariandialog.co.id.— Nilai tukar rupiah berada di level
Rp17.827 per dolar AS pada perdagangan Rabu (27/5) pagi, hampir
merdeka mendekati 17.845
Berdasarkan data Bloomberg pada 9.50 WIB, mata uang Garuda
melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan perdagangan Dimulai dari
yuan China naik 0,04 persen, ringgit Malaysia naik 0,05 persen, dolar
Singapura naik 0,03 persen, yen Jepang naik 0,03 persen, serta dolar
Hong Kong naik 0,01 persen.
Sementara itu, peso Filipina menjadi pengecualian dengan menurun 0,04
persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju terpantau naik terhadap
dolar AS. Euro Eropa naik 0,07 persen dan poundsterling Inggris naik
0,04 persen.
Wamenkeu Sebut Tak Ada Tanda RI Bakal Krisis Seperti 1998
BI Kerek Suku Bunga Acuan Demi Tarik Modal Asing Balik ke RI
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan
pelemahan rupiah murni oleh sentimen domestik yang masih buruk. Indeks
dolar AS sendiri disebut relatif masih range bound.
Menurut dia, langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga agak
telat, begitu juga pemangkasan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lukman menilai ekspor satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya
Indonesia (DSI) memang berpotensi menaikkan penerimaan negara, tetapi
ia memandang investor masih ragu akan transparansi pelaksanaannya.
“Investor sekarang mengantisipasi serentetan data penting minggu
depan, di antaranya manufaktur, perdagangan, dan inflasi Indonesia
untuk panduan prospek suku bunga BI ke depannya,” ujarnya kepada
CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang
Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS, tulis cnni. (diah-01)
