
Bekasi, hariandialog.co.id- Akibat mengidap Depresi atau gangguan mental yang cenderung murung, lesu, dan gelisah. Esteria Siburian, seorang perempuan perawan tua, dan lansia berumur 65 tahun, terpaksa harus diantarkan ke Bona Pasogit atau kampung halamannya, di Desa Lumban Sihite, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Keputusan ini diambil pihak keluarga, setelah melewati berbagai pertimbangan yang matang. Namun, keluarga sepupu nya, bertanggung jawab, berusaha tetap merawat dan membawanya untuk berobat ke sejumlah Rumah Sakit, supaya, kondisi Esteria ini, diharapkan bisa sembuh, sambil merencanakan untuk pulang kampung.
Menurut pihak keluarga, Esteria Boru Siburian, belum terlalu lama, sekitar 2 tahun, tinggal bersama sepupunya dan Bibinya, di Jalan Bina Asih 1, Kebantenan, Jatiasih. Ia diajak ke rumah tersebut, karena Esteria ini tadinya tinggal seorang diri di sebuah tempat kost di Bekasi.
Diketahui, Esteria mengidap penyakit Depresi, terbilang baru sekitar 2 Minggu. Tidak diketahui dengan jelas, apa penyebab Depresinya ini. Ia sudah mulai terlihat menunjukkan gejala sakit di bulan Februari 2026. Berawal dari badannya yang mulai membungkuk, dan tubuhnya semakin kurus. Namun ia tetap memaksakan diri untuk bekerja, demi tuntutan hidup, di salon yang sederhana, di jalan Gamprit, Jatiwaringin, Kota Bekasi.
Pihak keluarga sepupunya, baru-baru ini membawa Esteria ke Rumah Sakit Kartika Husada, Jatiasih. Di Rumkit ini sejumlah Dokter memeriksanya dan menyimpulkan, penyakit Kalium rendah dan gejala Dimensia atau gangguan memori otak.
Namun, hanya tiga hari dirawat, pihak keluarga minta izin pulang, walau hasilnya belum maksimal. Karena kendala biaya, tanpa ada BPJS
Bu, Ibu apa keluhannya Bu, Ibu tau gak ini dmn?, kata Dokter Okky dari Rumah Sakit Kartika Husada, kepada Ibu Esteria saat diperiksa diruangannya. Namun Ibu Esteria ini tidak menjawab apapun.
” Ibu, udh punya anak? Punya, sahut Ibu Esteria Anak Ibu berapa? satu jawab Esteria,” tanya dr Okky lagi, berinteraksi kepada pasiennya, saat kontrol, Rabu (29/4/2026).
Dokter Okky pun tersenyum mendengar jawaban Ibu Esteria tersebut, setelah ditanyakan langsung kepada keluarganya justru berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya.
Beberapa hari yang lalu, hari Selasa, (4/5/2026) pihak keluarga kembali membawa Esteria Siburian ke Rumah Sakit RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur. Untuk meminta obat penenang dan obat tidur dari dokter jiwa, karena mengalami susah tidur.
” Bu, ibu, Ibu sedih ya, apa keluhannya Bu, susah tidur,” tanya, Dokter Penyakit Jiwa, Jusniar, di dampingi 2 Mahasiswa Kedokteran Universitas Atmajaya, praktek magang, kepada Esteria, saat diperiksa di ruangannya, menggunakan kursi roda.
Esteria pun menjawab Dokter, iya. Kemudian Dokter menjelaskan kondisi pasien ini, ke pihak keluarga, dengan kesimpulannya si pasien mengalami Depresi dan belum tentu Dimensia.
Setelah diperiksa Dokter, tanpa diberi resep, usai menunggu beberapa jam. Akhirnya pihak keluarga mendapatkan obat yang diberikan oleh Dokter, dengan biaya Rp 285 ribu, untuk diminum selama dua Minggu, terdiri dari obat gelisah dan obat tidur.
Akhirnya, Esteria Siburian, diantarkan ke Bona Pasogit, pulang ke kampung halamannya, oleh sepupunya, penulis R.Siburian, pada hari Rabu (13/5/2026), dengan menumpang pesawat Super Air Jet, Pukul 09.25 WIB, tujuan Medan, Kualanamu. Untuk dirawat oleh keluarga kandungnya. Dan berharap Tuhan akan memberikan mujizat kesembuhannya untuk Esteria Br.Siburian. (Ram).
