Jakarta, hariandialog.co.id.- — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya
Yudhi Sadewa optimistis target pendapatan negara tahun ini dapat
tercapai seiring membaiknya kinerja penerimaan Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menurut Purbaya, perbaikan kinerja penerimaan mulai terlihat
setelah pemerintah melakukan restrukturisasi di DJP dan DJBC. “Jadi,
kelihatannya target tahun ini (2026) akan baik. (Kinerja) Bea Cukai
juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses
restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ujar Purbaya saat ditemui
di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu, 27 Mei
2026, mengutip Antara.
Wamenkeu Sebut Tak Ada Tanda RI Bakal Krisis Seperti 1998
Ia menjelaskan bahwa kinerja baik itu berkat memaksimalkan penggunaan
teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial
intelligence(AI) yang mendukung peningkatan efisiensi dan optimalisasi
penerimaan negara.
Bendahara Negara itu juga menyoroti implementasi sistem
Coretax yang dinilai mulai menunjukkan hasil positif meski masih
menuai sejumlah keluhan dari wajib pajak (WP). “Jadi, harusnya sih
lebih efisien. Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak di protes.
Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja
Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup
signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis.
Jadi, orang enggak bisa lari,” ujar dia.
Adapun target Pendapatan Negara dalam Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat defisit
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp240,1
triliun atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per
akhir Maret 2026.
Defisit ini terjadi karena pendapatan negara terealisasi
Rp574,9 triliun atau lebih rendah dibandingkan belanja negara yang
mencapai Rp815 triliun.
Hingga Maret 2026 APBN tumbuh ekspansif kalau dilihat, 2026
pendapatan negara tumbuh 10 persen angka April kepabeanan sudah
positif, tulis cnni. (tob-01)
