Jakarta, hariandialog.co.id. – Tujuh siswa SMA di Sunter, Jakarta
Utara (Jakut), diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis
(MBG). Tujuh siswa itu mengalami gejala mual dan sakit perut setelah
menyantap menu MBG.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang
mengatakan total makanan yang dibuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) Sunter pada Selasa (23/9) itu sebanyak 3.499 porsi. Dari jumlah
tersebut, 641 porsi didistribusikan ke SMAN 15 Jakarta. “Yang diduga
seperti keracunan itu ada 7 orang, 3 orang di RSUD, 4 orang di UKS.
Gejalanya mual-mual, sakit perut,” kata Nanik saat dimintai
konfirmasi, Kamis (25/9/2025).
Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/9). Nanik mengatakan,
pada pukul 13.00 WIB, semua siswa sudah pulang.
Nanik menjelaskan sampel makanan sudah diambil untuk diuji.
Hasil uji laboratorium BPOM baru bisa keluar dalam waktu 3 hari hingga
1 pekan. “Setiap hari semua menu selalu disimpan sampelnya. Jadi,
kalau ada apa-apa, langsung bisa diuji,” jelasnya.
Adapun menu yang disajikan dalam MBG pada saat itu adalah mi
dengan ayam suwir dan buah semangka. Menurut Nanik, semua awak dapur,
termasuk kepala SPPG, juga ikut mengonsumsi makanan yang sama pada
pagi hari.
Meski ada laporan dugaan keracunan, kegiatan operasional
SPPG tetap berjalan. “Karena masih simpang siur, apakah sakit perutnya
karena MBG atau faktor lain. Kalau memang hasil lab membuktikan
keracunan, pasti langsung kita tutup dan nonaktifkan SPPG-nya,”
tegasnya.
Ia juga memastikan pihaknya telah melakukan rapat internal
untuk memperketat tata kelola serta SOP agar kasus serupa tidak
kembali terjadi. “Kami ini serius sekarang. Terus ini, kami saja malam
ini masih rapat tata kelola. Supaya SOP-nya benar dan tidak terjadi
lagi hal-hal yang seperti kita lihat akhir-akhir ini,” imbuhnya, tulis
dtc. (salim-01)
