Makassar, hariandialog.co.id.- Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi
Selatan (Kajati Sulsel), Didik Farkhan Alisyahdi, menegaskan
pentingnya sinergi antara pers dan penegak hukum. Menurutnya, media
memiliki peran strategis sebagai penyaji informasi, kontrol sosial,
hiburan, sarana pendidikan bagi masyarakat, juga pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Didik saat menghadiri puncak
perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 RAKYATSULSEL yang digelar di
Kantor Rakyat Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Senin, 22
Desember 2025, sore. “Pers dengan kita penegak hukum itu harus
sinergi sekecil apapun prestasi kita itu juga harus disiarkan. Jadi
kita harus sinergi di situ,” kata Didik saat diwawancarai.
Didik yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas
Brawijaya Malang mengungkapkan, kedekatannya dengan dunia pers telah
terbangun sejak masa mahasiswa dulu. Ia pernah aktif di lembaga pers
mahasiswa hingga dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Kampus
Manifest. Pengalaman itulah jadi bekalnya untuk terjun langsung ke
dunia jurnalistik profesional.
Usai menyelesaikan studi, Didik sempat bergabung dengan
Harian Memorandum, salah satu media cetak di bawah naungan grup Jawa
Pos di Bojonegoro, Jawa Timur. Di sana, ia menjalankan tugas
jurnalistik layaknya wartawan pada umumnya, turun langsung melakukan
peliputan di lapangan dan mengolahnya menjadi berita.
Setelah sekitar satu tahun berkarier sebagai wartawan, Didik
kemudian lulus Jaksa dan menapaki karier di institusi Kejaksaan hingga
kini dipercaya memimpin Kejati Sulsel. Ia dilantik pada 23 Oktober
2025 di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, setelah sebelumnya menjabat
Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan
Kejaksaan Agung. “Saya sebagai orang yang pernah terjun di dunia pers
muali mahasiswa dan pertama kali kerja,” ungkap alumni doktoral
Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu.
Silaturahmi bersama jajaran direksi Rakyat Sulsel di puncak
perayaan HUT ke-12 RAKYATSULSEL ini sekaligus jadi kilas balik untuk
mengenang masa lalunya. Apalagi, Rakyat Sulsel juga merupakan bagian
dari grup Jawa Pos. “Jadi tadi reunilah, cerita-cerita tentang
pengalaman ketika aktif di pers,” lanjutnya.
Khusus untuk RAKYATSULSEL, Didik berharap terus eksis dan
berkembang di tengah derasnya arus informasi di era digital. Ia juga
menyampaikan apresiasi kepada Harian Rakyat Sulsel yang hingga kini
masih mempertahankan edisi cetak, di saat banyak media cetak lain
terpaksa gulung tikar akibat perubahan zaman. “Saya salut dengan
Rakyat Sulsel ini era digital ini masih bisa eksis, terbit koran ini
hal luarasa biasa bagi kami. Dan ini resepnya ini kita harus tanya
ini, banyak koran-koran mulai bertumbangan dan ini masih tetap eksis
mencetak koran,” kata Didik, tulis rakyat sulses. (edy-01)
