Jakarta, hariandialog.co.id.– Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) kembali
menjadi korban ledakan di tengah gempuran Israel ke basis Hizbullah di
Lebanon selatan, Jumat (3/4).
Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel mengonfirmasi peristiwa
yang terjadi hari ini. Namun, dia tak menjelaskan asal negara tiga
prajurit yang terluka karena terkena ledakan hari ini. “Sore ini,
sebuah ledakan ke posisi [pasukan perdamaian] PBB … melukai tiga
prajurit penjaga perdamaian, dua mengalami luka berat,” demikian
pernyataan Ardiel seperti dikutip dari AFP.
Ardiel mengatakan tiga prajurit itu sudah dievakuasi ke
rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, mengenai
asal penyebab ledakan, dia mengaku pihaknya belum tahu. “Kami belum
tahu asal ledakannya,” klam Ardiel.
Peristiwa hari ini adalah serangan ketiga yang mengenai
pasukan UNIFIL di tengah gempuran Israel ke basis Hizbullah. UNIFIL
adalah pasukan multinegara PBB untuk menjaga perdamaian, yang
ditempatkan di wilayah Lebanon selatan–dekat perbatasan dengan
Israel.
Dua peristiwa sebelumnya menewaskan tiga prajurit TNI, dan
melukai tentara Indonesia di dua tempat terpisah. “UNIFIL mengingatkan
semua pihak terkait tentang kewajiban mereka untuk memastikan
keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, termasuk dengan
menghindari aktivitas pertempuran di dekatnya yang dapat membahayakan
mereka,” tutup Ardiel dalam pernyataannya.
Sebelumnya, sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), termasuk Amerika Serikat (AS),
kompak mengutuk serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga
prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL itu.
AS adalah koalisi Israel yang menyerang Iran sejak akhir
Februari lalu. Sejak serangan yang menewaskan pimpinan tertinggi Iran,
Ayatullah Ali Khamenei, Hizbullah terseret perang Timur Tengah dengan
Israel sebulan terakhir.
Sementara itu, dalam pernyataan pada Rabu (1/4), DK PBB juga
menyampaikan belasungkawa atas tewasnya tiga Prajurit TNI yang
tergabung dalam Pasukan Perdamaian (UNIFIL) di Lebanon. Mereka tewas
di tempat dan waktu terpisah pekan ini karena serangan Israel ke
Lebanon. “Anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati
kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia,” demikian
pernyataan DK PBB, seperti dikutip Anadolu,
Tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan UNIFIL tewas dalam dua
serangan di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam.
Serangan pertama terjadi pada Minggu lalu di pos unit
Indonesia di dekat desa Adchit Al Qusayr yang menewaskan Praka Farizal
Rhomadhon.
Serangan kedua terjadi pada Senin lalu saat kendaraan pasukan
Indonesia melintas di dekat Bani Hayyan. Kapten Inf Zulmi Aditya
Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.
Dua serangan itu juga melukai sejumlah personel, dengan
rincian tiga terluka pada Minggu dan dua lainnya terluka pada Senin.
tulis cnni. (alex-01)
