Jakarta, hariandialog.co.id.- — Iran mengecam Amerika Serikat
lantaran telah melanggar tiga poin tuntutan Teheran untuk mengakhiri
perang di hari menyepakati gencatan senjata.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan tiga klausul
dalam proposal 10 poin Iran untuk mengakhiri perang telah dilanggar AS
bahkan sebelum negosiasi dimulai.
Trump Mendadak Gencatan dengan Iran sampai Israel Shock
“Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap
Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai
bentuk komitmen-sebuah pola yang, sayangnya, kembali terulang,” tulis
Ghalibafdi unggahan X-nya pada Rabu (8/4) beberapa jam setelah
gencatan AS-Iran diumumkan. “Kini, ‘dasar yang dapat dijadikan pijakan
untuk bernegosiasi’ justru telah dilanggar secara terbuka dan jelas,
bahkan sebelum perundingan dimulai. Dalam situasi seperti ini,
gencatan senjata bilateral maupun negosiasi menjadi tidak masuk akal,”
paparnya menambahkan.
Salah satu poin yang dilanggar, menurut Ghalibaf, adalah soal
kesepahaman gencatan senjata juga mencakup wilayah Lebanon. Hal itu
juga telah disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku
mediator.
Ghalibaf juga menyoroti masih ada serangan “drone yang
menyusup” ke wilayah udara Iran usai gencatan senjata diumumkan.
Menurutnya, itu merupakan pelanggaran jelas terhadap klausul yang
melarang pelanggaran semacam itu.
Selain itu, ia menilai AS dan Israel masih menyangkal “hak
Iran untuk melakukan pengayaan uranium” yang merupakan bagian dari
proposal 10 poin tersebut.
Sementara itu, Gedung Putih menegaskan bahwa tuntutan
Presiden Donald Trump agar Iran menghentikan seluruh aktivitas
pengayaan uranium tetap menjadi “garis merah” bagi Washington.
Padahal, di hari pengumuman gencatan senjata, Presiden AS
Donald Trump bersedia menerima 10 poin tuntutan Iran tersebut hingga
menilai proposal itu sebagai dasar untuk negosiasi damai kedua negara
ke depannya. “Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” tulis Trump
di media sosialnya.
“Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi
dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan
kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran
dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin
dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk
bernegosiasi,” ujarnya menambahkan.
Gencatan senjata dicapai setelah Presiden Donald Trump
sepakat menunda serangan terbaru AS ke Iran selama dua pekan dengan
imbalan Teheran yang akan mulai membuka Selat Hormuz.
Iran akhirnya mau memulai perundingan dan membuka Selat
Hormuz setelah Trump menyepakati 10 tuntutan Teheran sebagai syarat
gencatan senjata.
Iran menganggap gencatan senjata ini “kemenangan” lantaran AS
akhirnya menerima 10 tuntutannya. Sementara itu, Presiden Trump turut
mengeklaim kemenangan atas Iran dengan dalih gencatan senjata tercapai
karena perang sudah “melampaui tujuan militer AS.”, tulis cnni.
(alex-01)
