Balikpapan, hariandialog.co.- Walikota Bontang, Neni Moerniaeni
mendapat penghargaan terbaik I dari Kementerian Dalam Negeri pada
kategori penurunan tingkat pengangguran. Penghargaan itu diberikan
Mendagri pada acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026,
Selasa (5/5) di Platinum Hotel Balikpapan.
Selain mendapatkan penghargaan, Neni juga menjadi salah satu
kepala daerah yang mendapat perhatian dalam forum nasional bergengsi
tersebut. Ia terpilih sebagai narasumber bersama Gubernur Kalimantan
Selatan Muhidin serta Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah, Masduki.
Neni mengatakan bahwa capaian Pemkot Bontang dalam menurunkan angka
pengangguran diperoleh dengan kerja keras bersama. Selain itu,
Aplikasi Teman Naker juga dinilai efektif dalam penyerapan tenaga
kerja lokal dan menekan angka pengangguran.
“Tentu ini adalah hasil kerja keras kita bersama melalui berbagai
program. Melalui Teman Naker, kami juga optimalisasi Perda Tenaga
Kerja yang mewajibkan 75 persen pekerja adalah warga lokal,” ujarnya
saat acara berlangsung.
Neni mengatakan bahwa wilayahnya merupakan kota industri dan
terdapat dua perusahaan besar. Untuk itu Teman Naker tak hanya
berfungsi untuk memberikan informasi lapangan kerja, tapi juga
mendorong efisiensi dan transparansi dalam proses rekrutmen tenaga
kerja.
“Pemerintah selalu berupaya memberikan layanan terbaik kepada warga.
Kami berkeyakinan bahwa di masa depan Kota Bontang akan zero
pengangguran, karena di Bontang sendiri merupakan kota industri, ada
banyak perusahaan baik swasta maupun BUMN,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan bahwa
apresiasi ini merupakan bagian dari strategi Kemendagri dalam
mendorong peningkatan kinerja, inovasi, dan daya saing pemerintah
daerah di seluruh Indonesia melalui ruang dialog terbuka dan
pertukaran praktik terbaik.
Ada empat kategori dalam penghargaan yang dihelaidi Kota Balikpapan
itu. Keempatnya adalah penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan
kemiskinan dan stunting, creative financing/entrepreneur government,
dab pengendalian inflasi, tulis mi. (ami-01)
