
BATU BARA, hariandialog.co.id – Upaya pelestarian adat Melayu di Kabupaten Batu Bara mendapat angin segar. Ketua DPRD Batu Bara M. Safi’i, S.H. dari PDIP yang juga Ketua MABMI, bersama anggota DPRD dari Partai Golkar Nafiar, menerima kunjungan 12 pengurus Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara di Gedung DPRD, Selasa (05/05/2026).
Rombongan dipimpin langsung Ketua Majelis Datuk Setiawangsa II.
Dalam pertemuan penuh keakraban itu, Wakil Sekretaris Majelis Raisha Ramadhan memaparkan tiga agenda utama. Pertama, menegaskan bahwa majelis dibentuk sebagai wadah zuriat dari sembilan kedatukan Batu Bara. Kedua, meminta agar eksistensi majelis diperkuat melalui Peraturan Daerah. Ketiga, mengusulkan penyediaan sekretariat untuk persiapan pelantikan yang akan digelar dalam waktu dekat.
Ketua DPRD M. Safi’i menyambut positif kehadiran para zuriat. Ia menilai majelis berperan penting menjaga akar budaya Batu Bara yang memang lahir dari sembilan kedatukan. Senada, Nafiar menyebut DPRD sudah mengantongi referensi Perda dari Pemko Batam dan akan segera merancang regulasi serupa. “Majelis ini bisa jadi mitra Pemkab untuk membangkitkan marwah Batu Bara di tingkat nasional,” ujar Nafiar.
Terkait sekretariat, Safi’i memberi lampu hijau dan berjanji mengomunikasikan langsung dengan Bupati Batu Bara. Ia menyarankan majelis juga melayangkan surat pinjam pakai kepada Bupati agar prosesnya lebih cepat. “Pasti dikasih, apalagi ini untuk para zuriat,” tegasnya. Selain Datuk Setiawangsa II dan Raisha Ramadhan, hadir pula Sekretaris Muhammad Rozali, Ketua Bidang Hukum Viktor Oktavianus, Ketua Laskar Diraja Muhammad Yusuf dan Wakilnya Abdul Khalid, Datuk Zulham, Ok Muhammad Rachel, Datuk Ok Salman, Wan Elfin, dan Ok Abdul Latif.
Pertemuan ditutup dengan makan siang bersama. Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara optimistis dukungan DPRD akan mempercepat terbitnya Perda dan penyediaan sekretariat sebagai pusat gerakan adat dan budaya Melayu di Tanah Bertuah.
(Khairul Amri)
