Jakarta, hariandialog.co.id.- Setelah menimba dan sekaligus menjalani
selama 10 tahun (satu dekade) 2014 – 2024 memimpin lembaga DPRD DKI
Jakarta, H Prasetio Edi Marsudi SH atau yang akrab disapa Oom Pras,
bikin catatan khusus menjelang usia Kota Jakarta genap 500 Tahun (5
Abad) pada 2017 mendatang.
Dalam pemaparannya yang disampaikan ke kalangan wartawan
peliput Pemprov DKI/DPRD DKI Jakarta (Balkoters), Pras menyampaikan
sejumlah catatan detail plus pandangannya kedepan seperti apa, terkait
arah pembangunan Jakarta kedepan.
Kurun waktu satu dekade memimpin DPRD DKI Jakarta, Oom Pras
menilai Jakarta telah mengalami kemajuan signifikan, meski memiliki
sejumlah tantangan yang harus diselesaikan untuk mewujudkan Kota
Global yang berkelanjutan dan berdaya saing. “Hal yang pertama adalah
soal pembangunan manusia sebagai Fondasi Kemajuan Jakarta. Jadi, ini
jelas nggak bisa cuma diukur dari infrastruktur dan gedung pencakar
langit. Tapi, bagaimana kualitas sumber daya manusianya,” katanya di
kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Juni 2026.
Oleh karenanya, ditambahkan politisi senior PDI tersebut,
selama 10 tahun menjabat Ketua DPRD dirinya sangat mendukung program
prioritas DKI pada layanan pendidikan dan kesehatan juga memperketat
pengawasan pelaksanaan program.
Menurutnya lebih lanjut bahwa pengembangan transportasi publik
sebagai solusi kemacetan Jakarta. Bahkan ia juga menilai, penguatan
integrasi antar moda sudah mulai berjalan. “Sebab, saya percaya kalau
ini sudah optimal baik semua. Nggak ada lagi yang mau pakai kendaraan
pribadinya. Semuanya naik transportasi umum,” ungkapnya.
Pada bagian lain, Pras yang juga kini menjabat sebagai
Komisaris Utama PAM JAYA, mengatakan bahwa normalisasi sungai perlu
terus dilakukan sebagai solusi pengendali banjir.
Ia bilang selama 10 tahun perjalanannya sebagai Ketua DPRD
DKI Jakarta, belum sukses menuntaskan masalah tersebut.“Namun, saya
lihat Mas Pram (Gubernur DKI Jakarta) concern sekali dan titik-titik
banjir. Bahkan, kita pun bisa lihat sudah mulai berkurang. Intinya
penataan kawasan bantaran perlu terus dilakukan dengan mengedepankan
kepentingan masyarakat dan lingkungan,” tutur dia, menambahkan.
Dikatakannya bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta juga perlu
menambahkan skala prioritas yang fokus pada lingkungan hidup sebagai
Kota Global. Jakarta harus tumbuh sebagai kota yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan. Penambahan ruang terbuka hijau, pengendalian polusi
udara serta pengelolaan sampah yang modern harus menjadi agenda utama.
“Nah, jika pemerintah sudah seperti itu, kesadaran masyarakat dalam
menjaga lingkungan perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan
partisipasi yang aktif,” harapnya.
Pada bagian akhir, Pras tak lupa menyebut soal tata kelola
pemerintahan yang transparan dan responsif. Sebab, katanya, ditengah
pesatnya perkembangan teknologi digital, sudah seharusnya pemerintahan
berjalan dengan profesional, transparan dan akuntabel. Sedangkan
transparansi di DPRD DKI Jakarta, sejauh pengamatannya, sudah
berlangsung saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD DKI mulai tahun
2015.
“Maka, saya yakin sekali di kepemimpinan Mas Pram dan Pak Ketua DPRD
yang baru ini, transparansi dan akuntabilitas dapat semakin optimal
serta dapat merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat dan
efisien,” tuturnya.
Saat menutup refleksinya, Prasetyo Edi Marsudi menegaskan
bahwa usia 500 tahun bukan sekadar perayaan sejarah Kota Jakarta.
Namun harus dijadikan momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan
yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam pandangannya terkait keberhasilan Jakarta pada masa depan
bakal ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen dalam membangun kota
yang maju, inklusif, berkelanjutan serta memberikan kualitas hidup
yang lebih baik bagi seluruh warganya, tulis posberita kota. (bing)
