
Bandung Barat, hariandialog.co.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB ) Provinsi Jawa Barat menggelar pelantikan Pengukuhan Pengurus Kepala TK dan SMP PGRI Sebanyak 7 Sekolah diantaranya; TK wilayah PGRI Sindangkerta, TK PGRI Lembang SMP PGRI Gunung Halu, SMP PGRI Sindangkerta, SMP PGRI Cililin, SMP PGRI Cipatat, SMP PGRI Cikalong wetan pada hari ju’mat (12 Juni 2026) di Gedung PGRI Kabupaten ,jalan Mekarsari Kecamatan Ngamprah.Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Perwakilan YPLP (Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan) PGRI KBB, Drs. H Samid Rusmana, M.Pd, saat ditemui disela sela acara Pelantikan menuturkan” berdasarkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) YPLP yang baru mulai berlakunya itu untuk kepala sekolah sekarang SK nya itu dari pusat.
Kita mengajukan dari sekolah ke kabupaten dan perwakilan YPLP Provinsi ke pusat, setelah keluar nominatif maka kutipan SK itu dibuat oleh TK, SD dan SMP oleh pengurus YPLP kabupaten/kota” ujarnya.
Untuk SMA, SMK dan SLB oleh perwakilan YPLP Provinsi. Alhamdulillah untuk periode sekarang Bandung Barat dengan lima kabupaten/kota yang lain melaksanakan pelantikan dan sekarang itu ada pengukuhan, tidak seperti dulu itu TK, SD, SMP kepala sekolah di lantik oleh pengurus YPLP kabupaten/kota dan tidak ada pengukuhan.
Sekarang sudah bersatu di bina oleh PGRI maka setelah dilantik oleh pengurus YPLP langsung pengukuhan oleh pengurus atau ketua YPLP Kabupaten /Kota Provinsi pusat. Itulah kebijakan baru anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang terbaru dengan kebijakan dan sistem yang baru.
Kami di sini telah melaksanakan pelantikan 7 Kepala Sekolah terdiri atas 2 kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), dan 5 orang kepala SMP PGRI. Alhamdulillah telah berjalan lancar dengan dukungan semua pihak berjalan sinergis dan melibatkan kepala sekolah SMP, SMK dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP kita undang tuk pelatikan tersebut” ujar H.Samid Rusmana.

Kemudian seluruh pihak yang terkait dan kami pada saat ini mengundang juga Kepala Sekolah SMP Negeri yang dekat dengan Sekolah PGRI dalam rangka bagaimana rekrutmen dukungan terhadap PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).
Kehadiran para ketua cabang yang ada di sekolah PGRI dalam rangka inilah milik kita bersama terutama dalam bagaimana menjaga marwah SMP PGRI terutama dalam menjelang persiapan PPDB.
TK, SD, SMP, SMA dan SMK ini Sekolah milik bersama, di Kabupaten Bandung Barat semua ada 17, detailnya 3 TK, 11 SMP, 2 SMA dan 1 SMK.
YPLP punya misi menjadi sekolah pilihan masyarakat walaupun bagaimana kalau masyarakat sudah memilih suatu sekolah dalam artian sekolah PGRI walaupun ada sekolah Negeri akan tetap menyekolahkan ke PGRI oleh karena itu kami sekuat tenaga bagaimana mengembangkan sekolah ini menjadi dimiliki, dihargai dan dipilih oleh masyarakat” tegasnya.

Itu semua harapan saya walaupun kami pada saat ini baru melangkah. Kedepannya kita ingin bahwa bagi sekolah yang dekat dengan Sekolah Negeri sistem zonasi yang masalah oleh karena itu mohon perhatian untuk pemegang kebijakan, bahwa zonasi bagi sekolah negeri yang berdekatan dengan sekolah swasta itu di pertimbangkan.
Karena Sekolah swasta itu hanya dikenal sama lingkungan sekitar, swasta paling dikenal dengan yang dekat oleh karena itu sehingga pada saat ini kami mengundang kepala sekolah negeri yang dekat dengan sekolah PGRI. Untuk sekolah negeri harus sesuai dengan jumlah Rasio jangan sampai overload.
Perhatikan kami sekolah PGRI swasta, karena pendidikan itu kan milik pemerintah dan masyarakat. Negeri adalah pemerintah sementara masyarakat ya kita sekolah swasta contohnya sekolah PGRI, jangan sampai yang sudah di tahun kemari ajaran 2025-2026’ Penerima peserta didik baru, atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) semua bermuara ke Sekolah negeri,sesuaikan dengan jumlah Kuota ruangan belajar,idealnya satu ruangan kelas dengan rasio jumlah siswa, dikaji ulang untuk mutu pendidikan” Pungkasnya. (Nagon)
